Pendampingan psikologis tidak hanya difokuskan pada korban langsung, tetapi juga diperluas kepada siswa di sekitar lokasi kejadian, serta tenaga pendidik dan kependidikan di SMA Negeri 72 Jakarta.
Area sekolah telah melalui proses pembersihan dan dinyatakan aman, meski sterilisasi masih berlangsung selama tiga hari mendatang. Kondisi ini menjadi alasan utama penundaan pembelajaran tatap muka di SMA Negeri 72 Jakarta.
Pemerintah bersama pihak sekolah dan psikolog profesional telah menyiapkan tim pendamping khusus yang akan memantau perkembangan siswa selama masa transisi ke pembelajaran online ini.
Artikel Terkait
Rosan Roeslani: Efisiensi Energi BUMN Tak Ganggu Layanan, Justru Pacu Investasi EBT
LPS Mulai Verifikasi Nasabah BPR Pembangunan Nagari Usai Pencabutan Izin OJK
KPK Perpanjang Penahanan Mantan Menag Yaqut 40 Hari
Gus Ipul: 625 Ribu Peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran Kembali Diaktifkan