Perusahaan menargetkan kapasitas pengolahan limbah plastik dan elektronik hingga 100 juta ton per tahun. Untuk mewujudkan target ambisius ini, pihak perusahaan berharap mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Kehadiran investasi ini tidak lepas dari dibukanya rute penerbangan langsung Kuala Lumpur-Semarang dan rencana pembukaan rute Semarang-Singapura. Hal ini memudahkan arus investasi dan perdagangan, sekaligus mendukung sektor pariwisata di Jawa Tengah.
Dampak bagi Ekonomi dan Lingkungan Jawa Tengah
Keberadaan pabrik pengolahan sampah modern ini diharapkan mampu:
- Menjaga kelestarian lingkungan dengan pengelolaan limbah yang tepat.
- Menopang pertumbuhan ekonomi regional.
- Membuka lapangan pekerjaan yang luas.
- Memancing minat investor lain untuk menanamkan modal di Jawa Tengah.
- Berkontribusi pada tujuan ekonomi sirkular dan dekarbonisasi nasional.
Kemitraan strategis jangka panjang ini bertujuan memposisikan KEK Batang sebagai pusat keunggulan teknologi lingkungan dan infrastruktur hijau, yang selaras dengan prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
Artikel Terkait
Puspom TNI Ajukan Permintaan Resmi untuk Periksa Andrie Yunus di Bawah LPSK
Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Proyeksi Surplus Solar dengan B50
Presiden Prabowo Berduka, Tiga Pasukan Perdamaian TNI Gugur di Lebanon Selatan
Analis: Ketegangan Selat Hormuz Beri Tekanan Fiskal, Tapi Tak Fatal bagi Indonesia