Sejarah Hino Contessa: Sedan Legendaris yang Mengukir Prestasi Global

- Sabtu, 08 November 2025 | 08:36 WIB
Sejarah Hino Contessa: Sedan Legendaris yang Mengukir Prestasi Global

Hino Motors, yang dikenal sebagai produsen truk dan kendaraan komersial ternama, ternyata pernah membuat terobosan di pasar mobil penumpang dengan meluncurkan Hino Contessa. Mobil sedan ikonik ini menjadi bukti sejarah bahwa Hino turut berperan dalam perkembangan industri otomotif Jepang.

Mengenal Hino Contessa 900, Generasi Pertama

Hino Contessa pertama kali diluncurkan pada tahun 1961. Generasi awal ini, yang dikenal sebagai Contessa 900 atau seri PC, hadir dengan desain yang terinspirasi Renault 4CV dan konfigurasi mesin belakang yang cukup populer di era 60-an. Mobil ini dibekali dengan mesin 4-silinder OHV 893 cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 33 dk. Dari segi ukuran, Contessa 900 tergolong kompak dengan dimensi panjang 3.795 mm, lebar 1.475 mm, dan bobot sekitar 750 kg.

Evolusi ke Generasi Kedua: Hino Contessa 1300

Pada tahun 1964, Hino memperkenalkan generasi kedua yang lebih matang, yaitu Hino Contessa 1300 (seri PD). Desain mobil ini dipercayakan kepada Giovanni Michelotti, seorang desainer legendaris asal Italia. Contessa 1300 hadir dengan dimensi yang lebih besar dan mesin yang lebih bertenaga. Panjangnya mencapai 4.150 mm dengan bobot sekitar 942 kg. Tenaganya bersumber dari mesin 1.3 liter 1.251 cc yang mampu menghasilkan 55 dk, atau bahkan 65 dk untuk varian sport 1300S.

Desain Elegan dan Prestasi di Arena Balap

Hino juga meluncurkan varian Coupe dari seri PD yang memiliki desain sangat elegan dan menjadi incaran kolektor mobil klasik hingga saat ini. Desainnya yang unik sering dibandingkan dengan Chevrolet Corvair dan mobil-mobil desain Michelotti lainnya seperti BMW 700. Prestasi Contessa di dunia balap juga tidak main-main. Mobil ini berhasil menjuarai balap di Riverside Raceway pada tahun 1966 yang semakin mengukuhkan reputasinya di kancah global.

Strategi Ekspor dan Akhir Kisah Contessa

Hino memiliki ambisi besar untuk mengekspor Contessa ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara, Australia, Eropa, dan Afrika Selatan. Mereka bahkan mendirikan pabrik perakitan di Selandia Baru dan Israel. Namun, di tengah persaingan ketat dan kebutuhan investasi besar untuk mobil penumpang, Hino memutuskan untuk melakukan merger dengan Toyota pada akhir 1966. Keputusan ini membuat Hino fokus pada kendaraan komersial, dan produksi Contessa dihentikan pada April 1967 setelah sekitar 55.000 unit terjual.

Meski masa produksinya singkat, Hino Contessa tetap dikenang sebagai mobil klasik yang elegan dan menjadi bagian penting dari sejarah otomotif dunia, menandai era di mana Hino berani menjelajahi pasar mobil penumpang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar