Film Pangku: Kisah Sunyi Perjuangan Ibu di Jalur Pantura
Film Pangku hadir sebagai debut penyutradaraan Reza Rahadian yang mengangkat kisah emosional dua perempuan dari kelas bawah. Film ini menampilkan perjuangan hidup para ibu di Jalur Pantura yang harus bertahan dalam keterbatasan pilihan hidup.
Sinopsis Film Pangku: Perjalanan Hidup Sartika
Alur cerita Film Pangku berpusat pada karakter Sartika (Claresta Taufan), perempuan hamil yang meninggalkan kampung halaman untuk mencari kehidupan lebih baik. Nasib membawanya ke kedai kopi milik Bu Maya (Christine Hakim) di Pantura, tempat ia akhirnya tinggal, melahirkan, dan bekerja sebagai pelayan.
Konflik muncul ketika Sartika dihadapkan pada dilema antara utang budi pada Bu Maya dan keinginan untuk hidup mandiri bersama anaknya. Pertemuannya dengan Hadi (Fedi Nuril), sopir truk pengangkut ikan, membawa harapan baru sekaligus konflik yang harus dihadapi Sartika.
Kelebihan Visual Film Pangku
Reza Rahadian menghadirkan pendekatan visual realis dengan pengambilan gambar di ruang sempit yang merepresentasikan keterbatasan tokoh utama. Lokasi syuting di Indramayu dan pesisir utara Jawa Barat menampilkan suasana otentik yang mendukung narasi emosional film.
Detail kecil seperti televisi, kran air, penggorengan hitam, minyak jelantah, dan bau ikan menjadi penanda penting yang memperkaya cerita tanpa perlu diungkapkan melalui dialog.
Karakter Utama Film Pangku
Hubungan antara Sartika dan Bu Maya menjadi kekuatan utama film. Sartika merepresentasikan perjuangan ibu muda melawan stigma masyarakat, sementara Bu Maya menampilkan sisi perempuan yang telah ditempa kerasnya kehidupan.
Claresta Taufan menghadirkan penampilan memukau sebagai Sartika, didukung riset mendalam dengan berinteraksi langsung dengan perempuan di Pantura. Christine Hakim menghidupkan karakter Bu Maya dengan kompleksitas dan kedalaman emosi yang luar biasa.
Keunikan Tema Film Pangku
Berbeda dengan film bertema ibu lainnya seperti Athirah (2016) atau Bila Esok Ibu Tiada (2024), Pangku menawarkan perspektif lebih sunyi dan kelam. Film ini menyoroti kesendirian dan perjuangan ibu di tengah sistem yang memaksa mereka mengambil pilihan sulit.
Reza Rahadian yang menulis naskah bersama Felix K. Nesi, terinspirasi dari perjuangan ibunya sebagai single mother. Pangku menjadi dedikasi dan penghormatan mendalam untuk semua ibu.
Kesimpulan Review Film Pangku
Meski beberapa adegan terasa lambat bagi penonton yang tidak terbiasa dengan film festival, Pangku tetap menjadi karya yang layak diapresiasi. Film ini menyampaikan pesan kuat tentang ketangguhan perempuan melalui akting memukau Christine Hakim dan Claresta Taufan.
Pangku bukan sekadar debut penyutradaraan Reza Rahadian, tetapi juga persembahan cinta untuk para ibu yang tak kenal lelah berjuang demi anak-anak mereka.
Artikel Terkait
Pemerintah Fokuskan Pembangunan Infrastruktur untuk Dongkrak Ekonomi Kawasan Transmigrasi
OJK Catat Pembiayaan untuk MBG dan Kopdes Merah Putih Capai Rp149,62 Triliun
Pemerintah Kerahkan Satgas Saber untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang HBKN 2026
PM Australia Anthony Albanese Tiba di Jakarta untuk Tandatangani Traktat Keamanan Bersejarah dengan Prabowo