Arsenal memulai musim Premier League 2026/27 dengan kemenangan telak 3-0 atas Coventry City di Emirates Stadium, Sabtu (22/8/2026) dini hari WIB. Gol-gol kemenangan The Gunners dicetak oleh Kai Havertz, Bukayo Saka, dan Martin Odegaard.
Perhatian utama dalam laga ini tertuju pada performa impresif rekrutan anyar asal Yunani, Christos Tzolis. Pemain berusia 24 tahun yang dibeli dari Club Brugge dengan nilai transfer 34 juta poundsterling (sekitar Rp 700 miliar) itu langsung menjadi kreator serangan Arsenal. Ia diproyeksikan menjadi pengganti Leandro Trossard dan mampu membuktikan kepercayaan pelatih pada laga perdananya.
Gol pertama Arsenal tercipta pada menit ke-15. Tzolis merebut bola dari bek kanan Coventry, Milan van Ewijk, kemudian mengalirkannya kepada Riccardo Calafiori sebelum diselesaikan oleh Havertz. Delapan menit kemudian, umpan silang Tzolis dari sisi kiri gagal diantisipasi kiper Carl Rushworth. Bola rebound langsung disambar Saka untuk menggandakan keunggulan.
Dominasi Arsenal makin sempurna pada menit ke-49 melalui sepakan Odegaard yang memanfaatkan umpan Ben White. Meski tidak mencetak gol hingga digantikan pada menit ke-76, etos kerja dan pressing agresif Tzolis membuat publik Emirates memberikan tepuk tangan meriah.
Gelombang Pujian Suporter di Media Sosial
Penampilan Tzolis langsung menjadi perbincangan hangat di platform X. Banyak pendukung Arsenal membandingkan gayanya dengan legenda klub, Alexis Sanchez.
"Pemain bernama Tzolis ini sangat mengingatkan saya pada Alexis Sanchez di masa jayanya, dia pemain yang terlalu bagus. Arsenal mendapatkan keberuntungan besar dengan merekrutnya," tulis akun @UTDEugeneee.
"Tzolis sudah terlihat memiliki kecerdasan sepak bola yang lebih tinggi daripada separuh lini depan di kompetisi ini, keterlibatan gol pertamanya di PL, dan dia berada di lapangan meneror lawan seperti seorang penyerang kecil di hari hujan di Kardinia," puji @Velo_Augsburg.
"Tzolis ini visi nya bagus banget. kalau biasanya winger sekarang banyak yang ngehold bola buat sok-sok an mau ngetrick wkwk, dia lebih milih nyari rekan yang bisa jadi opsi umpan terbaik," kata @factosbol.
"Jika 51 sentuhan dan 8 di kotak penalti lawan adalah yang mereka sebut sebagai penampilan pertama di Liga Premier, maka pemain ini sudah memiliki pengaruh lebih besar daripada setengah lini depan di bulan Juni," tambah Velo_Augsburg.
"Tzolis jelas merupakan pemain andalan yang selalu memberikan assist atau mencetak gol, bahkan ketika dia tidak memberikan assist atau mencetak gol, dampaknya selalu luar biasa. Jelas merupakan peningkatan yang signifikan," ucap @Strange39508052.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Coventry City yang baru kembali ke kasta tertinggi Liga Inggris setelah absen 25 tahun.