Indonesia dan China memulai pembahasan penyusunan Plan of Action (PoA) kerja sama bilateral periode 2027-2031 melalui pertemuan perdana Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) di Jakarta, Jumat (21/8). Rencana kerja sama ini akan menjadi kerangka hubungan kedua negara untuk lima tahun mendatang.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa CSD perdana menjadi momentum penting dalam hubungan bilateral Indonesia-China. Forum ini dinilai sebagai platform strategis untuk mengarahkan kerja sama dalam lima pilar, yaitu politik, ekonomi, maritim, hubungan antarmasyarakat, dan keamanan.
"CSD perdana hari ini menandai tonggak penting dalam hubungan bilateral kita," ujar Sugiono dalam pembukaan CSD.
Pelaksanaan CSD bertepatan dengan rencana kedua negara untuk mulai membahas PoA 2027-2031 yang akan menggantikan PoA 2022-2026. Menurut Sugiono, penyusunan PoA baru perlu memperhatikan agenda pembangunan masing-masing negara. China baru saja memulai Rencana Lima Tahun ke-15, sementara Indonesia tengah menjalankan rencana pembangunan nasional 2025-2029 menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sugiono Dorong Hasil Konkret
Sugiono mengingatkan agar CSD tidak berhenti sebagai forum diplomasi, melainkan harus menghasilkan kerja sama yang memberi manfaat nyata bagi kedua negara. "Karena itu, kita perlu memastikan CSD menghasilkan hasil yang nyata dan kemajuan yang konkret," tegasnya.
Menurut dia, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kerja sama yang telah berjalan, memperdalam kolaborasi, menentukan prioritas strategis, serta menerjemahkan kesepakatan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping ke dalam hasil yang konkret dan saling menguntungkan. Pembahasan PoA 2027-2031 nantinya akan menjadi instrumen untuk mewujudkan prioritas tersebut dalam agenda kerja sama bilateral lima tahun ke depan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan bahwa pembentukan CSD merupakan langkah penting untuk menjalankan kesepakatan yang telah dicapai kedua presiden. Mekanisme ini juga akan menjadi landasan institusional bagi kerja sama lima pilar antara Indonesia dan China.
Wang menilai situasi dunia yang semakin tidak stabil menuntut Indonesia dan China untuk meningkatkan komunikasi serta koordinasi strategis. "Bagi China, Indonesia selalu menjadi prioritas dalam diplomasi negara-negara tetangga kami," kata Wang Yi.