Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (20/8). Ia telah menjabat sebagai rektor sejak 2022, setelah menempuh perjalanan akademik panjang di bidang peternakan.
Sarjana peternakan dari Unsoed ini melanjutkan studi magister di George-August University, Jerman, dengan fokus Animal Science. Gelar doktoralnya diraih dari Kassel University, juga dalam bidang yang sama.
Sepanjang kariernya, Akhmad Sodiq menerima sejumlah penghargaan. Pada 2017, ia memperoleh Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun. Ia juga pernah meraih Unsoed Award untuk bidang Pengabdian kepada Masyarakat.
Prestasi sebagai dosen juga beberapa kali diraihnya. Pada 2009, ia tercatat sebagai Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan Unsoed dan Dosen Berprestasi II Universitas Jenderal Soedirman. Ia juga pernah mendapat penghargaan sebagai Dosen Berprestasi Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Peternakan Unsoed.
Sebelumnya, pada 2006, ia meraih predikat Dosen Berprestasi III Universitas Jenderal Soedirman. Pada tahun yang sama, ia juga dinobatkan sebagai Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan Unsoed.
Di luar aktivitas akademik, Akhmad Sodiq aktif dalam sejumlah organisasi profesi dan kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai Dewan Pengawas DPW Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah dan pernah dipercaya menjadi Ketua Cabang ISPI Jawa Tengah 2.
Keterlibatannya dalam organisasi bidang peternakan juga terlihat melalui posisinya sebagai Dewan Pakar I Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI). Selain itu, ia tercatat sebagai Dewan Pembina Asosiasi Sarjana Membangun Desa (SMD) Jawa Tengah serta Dewan Pembina Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Unsoed.
Akhmad Sodiq juga aktif dalam organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Namanya tercatat sebagai A'wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas. Ia juga dipercaya menjadi anggota Dewan Kehormatan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kabupaten Banyumas.