Sejarah Panjang Pengusiran Yahudi di Eropa dan Peran Dunia Islam

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:02 WIB
Sejarah Panjang Pengusiran Yahudi di Eropa dan Peran Dunia Islam

Sejak abad pertengahan, orang-orang Yahudi di Eropa telah mengalami pengusiran berulang kali. Pada 1290, mereka diusir dari Inggris; pada 1306 dari Prancis; pada 1430 dari Jerman; kemudian dari Spanyol dan Portugal. Mereka juga diboikot di Italia dan diusir dari berbagai kota besar di Eropa.

Setelah berabad-abad terusir, pada 1492, Kekaisaran Ottoman yang Muslim membuka pintu bagi orang Yahudi. Namun, ketika kekaisaran itu melemah pada akhir abad ke-17 dan ke-18, orang Yahudi akhirnya diizinkan kembali ke Inggris setelah 366 tahun pengasingan total.

Memasuki abad ke-19, gelombang nasionalisme dan pogrom kerusuhan anti-Yahudi mendorong ratusan ribu orang Yahudi meninggalkan Eropa Tengah setelah 1848.

Setelah Perang Dunia I, Inggris mengambil alih Palestina dari Ottoman. Dari 1917 hingga 1939, umat Islam Palestina kembali membuka pintu bagi orang Yahudi, sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya.

Kini, di tahun 2026, sejumlah politisi Barat justru memberi ceramah kepada umat Muslim tentang bagaimana hidup damai dengan orang Yahudi. Padahal, sejarah mencatat siapa yang sebenarnya telah lama menerima dan melindungi mereka.

Bacalah sejarah.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags