Pramono Targetkan 10 Ribu Bus Listrik Beroperasi di Jakarta pada 2030

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05 WIB
Pramono Targetkan 10 Ribu Bus Listrik Beroperasi di Jakarta pada 2030

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan 10 ribu bus listrik beroperasi di ibu kota pada 2030. Saat ini, jumlah bus listrik yang melayani warga baru mencapai sekitar 500 unit.

Target tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Indonesia International Transport Summit (IITS) 2026 di Jakarta, Kamis (20/8/2026). Menurutnya, elektrifikasi transportasi publik menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan emisi di Jakarta.

"Jakarta sendiri saya menargetkan di tahun 2030, yang sekarang ini pada saat saya bicara ini kurang lebih 500 bus elektrik, saya menargetkan di 2030 adalah 10 ribu lebih bus elektrik," kata Pramono.

Pramono menjelaskan, pengembangan transportasi ramah lingkungan tidak hanya berfokus pada bus listrik. Pemprov DKI juga akan mendorong penggunaan bus berbahan bakar hidrogen dan bus hibrida. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang bagi berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam penurunan emisi di Jakarta.

"Bukan hanya bus elektrik, tapi juga hidrogen dan juga hibrida, supaya ini memberikan ruang, memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin menurunkan emisi di Jakarta itu bisa bersama-sama dengan Pemerintah DKI Jakarta," ujarnya.

Sektor transportasi menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di Jakarta. Pada 2024, sektor ini berkontribusi 52% terhadap emisi langsung Jakarta. Karena itu, transisi menuju transportasi rendah karbon menjadi bagian penting dari target Jakarta mencapai net zero emission pada 2050. Pemprov DKI juga menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 30% pada 2030.

"Ini berarti seluruh armada bus di Jakarta akan terelektrifikasi. Jakarta yang benar-benar berkelanjutan membutuhkan sistem transportasi publik yang andal, luas, dan bersih," jelasnya.

Transportasi Publik Meningkat

Di sisi lain, Pramono mengatakan peningkatan penggunaan transportasi publik menjadi salah satu prioritas pemerintahannya. Jangkauan layanan transportasi umum di Jakarta saat ini telah mencapai 93%. Proporsi penggunaan transportasi publik pun terus meningkat, dari sebelumnya sekitar 23% menjadi lebih dari 31%.

"Konektivitas kita sekarang ini sudah 93%, dan sekarang ini orang yang menggunakan atau transportasi yang digunakan secara terus-menerus itu sudah lebih dari 31%, sebelumnya sekitar 23%. Ada peningkatan hampir 14% sebenarnya," tutur Pramono.

Peningkatan tersebut antara lain didorong kebijakan pembebasan tarif transportasi publik bagi 15 kelompok masyarakat serta pengembangan layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan penyangga.

"Dan ini menunjukkan bahwa keputusan kita untuk membebaskan 15 golongan, kemudian menyambungkan dengan sub-urban area yang kita sebut dengan Transjabodetabek, inilah yang berdampak pada kenaikan yang luar biasa," imbuhnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags