Ade Suhendra berpeluang menjadi satu-satunya pelatih lokal Indonesia yang menukangi klub di Super League 2026/2027. Namanya mencuat setelah sukses membawa Adhyaksa FC promosi ke kasta tertinggi sebelum klub berganti nama menjadi Isen Mulang FC.
Pelatih kelahiran Bengkalis, Riau, itu membangun perjalanan kariernya secara bertahap, dari pemain hingga menukangi klub profesional. Kini, Ade menghadapi tantangan baru bersama Isen Mulang FC setelah melewati perjalanan panjang dari Liga 3, Liga 2, hingga Super League.
Dari Pemain hingga Pelatih
Ade Suhendra lahir di Bengkalis, Riau, pada 7 Mei 1983. Sebelum berkarier sebagai pelatih, ia lebih dahulu menjalani perjalanan panjang sebagai pesepak bola profesional. Berposisi sebagai gelandang tengah, Ade pernah memperkuat sejumlah klub Indonesia, seperti Persija Jakarta, PSPS Pekanbaru, Sriwijaya FC, Persepam Madura Utama, Perserang Serang, Persita Tangerang, PSIM Yogyakarta, dan Dewa United.
Ade mengakhiri kiprahnya sebagai pemain pada 2022 bersama Dewa United. Setelah itu, ia mulai mengarahkan fokusnya secara lebih serius ke dunia kepelatihan. Berbekal lisensi A-AFC, Ade mengawali langkah kepelatihannya sebagai asisten PSIM Yogyakarta pada 2022. Semusim berikutnya, ia melanjutkan pengalaman tersebut bersama FC Bekasi City.
Pengalaman sebagai asisten menjadi modal ketika Ade memperoleh kepercayaan menangani Adhyaksa Farmel FC sebagai pelatih kepala pada 2023. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan dengan baik. Pada musim pertamanya, Ade membawa Adhyaksa Farmel FC menjadi juara Liga 3 regional Banten.
Bawa Adhyaksa FC dari Liga 3
Setelah menguasai kompetisi regional Banten, Adhyaksa Farmel FC kembali mencatat prestasi pada Liga 3 nasional 2023/2024. Di partai final, Adhyaksa FC mengalahkan Persibo Bojonegoro dengan skor 3-2. Gelar itu sekaligus memastikan tiket promosi ke Liga 2 musim 2024/2025.
Bagi Ade, promosi tersebut menjadi pijakan penting untuk membawa klub melanjutkan perjalanan menuju kompetisi yang lebih tinggi. Musim perdana Adhyaksa FC di Liga 2 tidak berlangsung tanpa hambatan. Klub tersebut hanya menempati peringkat keempat fase grup, di bawah FC Bhayangkara, PSIM Yogyakarta, dan Persijap Jepara. Adhyaksa kemudian harus menjalani playoff relegation. Mereka mampu melewati fase tersebut dengan status juara Grup I setelah mengoleksi 12 poin, unggul dari Bekasi City.
Hasil itu menjaga Adhyaksa FC tetap bertahan di Liga 2 sekaligus memberikan fondasi untuk menghadapi musim berikutnya. Performa Ade semakin mendapat sorotan ketika Adhyaksa FC tampil di Championship 2025/2026. Klub tersebut mengakhiri fase grup sebagai runner-up Grup Barat dengan koleksi 51 poin dari 27 pertandingan. Mereka hanya terpaut satu poin dari Garudayaksa FC di puncak klasemen. Sepanjang fase tersebut, Adhyaksa FC membukukan 14 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan empat kekalahan.
Konsistensi itu membawa Adhyaksa FC melangkah ke babak playoff promosi. Mereka kemudian mengamankan kemenangan 1-0 atas Persipura Jayapura. Hasil tersebut memastikan tiket Adhyaksa FC menuju Super League sekaligus mengantarkan Ade Suhendra meraih penghargaan sebagai pelatih terbaik Liga 2 atau Championship 2025/2026.
Tantangan Bersama Isen Mulang FC
Keberhasilan promosi itu menjadi pencapaian penting Ade sebelum Adhyaksa FC mengalami perubahan kepemilikan dan berganti nama menjadi Isen Mulang FC. Setelah perubahan tersebut, Ade tetap dipercaya untuk memimpin tim dalam menghadapi musim Super League 2026/2027.
Isen Mulang FC akan bermarkas di Stadion Tuah Pahoe, Kalimantan Tengah, dalam debutnya pada kompetisi kasta tertinggi. Stadion tersebut berlokasi di Jalan Trans Kalimantan, Jalan Tjilik Riwut KM 5, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.
Ade mendapat dukungan jajaran staf pelatih yang memiliki pengalaman di sepak bola Indonesia. Eko Tamamie, yang sebelumnya menangani Kalteng Putra FC, masuk dalam tim sebagai salah satu asisten. Posisi asisten pelatih lainnya ditempati Agus Indra Kurniawan dan Aang Suparman. Keduanya memiliki pengalaman sebagai mantan pemain klub besar Indonesia. Agus Indra Kurniawan pernah memperkuat Timnas Indonesia dan Persija Jakarta. Sementara itu, Aang Suparman tercatat pernah bermain untuk Persib Bandung dan Sriwijaya FC.
Tim kepelatihan Isen Mulang FC juga diperkuat Muchamad Sandi Firmansyah sebagai pelatih kiper serta Arif Rizaludin sebagai pelatih fisik. Komposisi tersebut disiapkan untuk membantu Isen Mulang FC menghadapi persaingan yang jauh lebih ketat pada musim debutnya di Super League.
Jadi Satu-satunya Pelatih Lokal
Kehadiran Ade Suhendra di Super League 2026/2027 memiliki catatan tersendiri. Ia menjadi satu-satunya pelatih lokal yang memimpin klub di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Sebelumnya ada Hendri Susilo. Namun, Hendri meninggalkan Malut United (sekarang Java United) dan bergabung dengan Barito Putera. Situasi itu membuat Ade menjadi satu-satunya juru taktik lokal yang berpotensi bertahan di kompetisi tertinggi musim 2026/2027.
Bagi Ade, capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan karier yang dibangun secara bertahap selama beberapa tahun. Dari seorang gelandang tengah, ia beralih menjadi asisten pelatih sebelum mendapatkan kesempatan memimpin tim. Perjalanan bersama Adhyaksa FC kemudian menjadi titik penting dalam kariernya. Kini, tantangan yang dihadapi jauh lebih besar. Isen Mulang FC harus mampu beradaptasi dengan atmosfer Super League setelah menempuh perjalanan dari Liga 3, Liga 2, hingga kasta tertinggi.