BNPB Terus Sisir Wilayah Terdampak Gempa NTT, Salurkan Bantuan ke Area Terpencil

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:15 WIB
BNPB Terus Sisir Wilayah Terdampak Gempa NTT, Salurkan Bantuan ke Area Terpencil

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan penyisiran di wilayah terdampak gempa berkekuatan M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik yang membutuhkan bantuan kemanusiaan, terutama di daerah yang sulit dijangkau.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, memimpin langsung asesmen di Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, NTT, pada Rabu (19/8/2026). Dua lokasi yang menjadi fokus adalah Dusun Coal di Desa Coal dan Dusun Dahang di Desa Pangga. Dalam kunjungan itu, tim BNPB juga menyalurkan bantuan, termasuk bantuan presiden, kepada warga yang mengungsi.

Di dua desa tersebut, dampak gempa cukup parah. Sebanyak 148 rumah warga mengalami kerusakan, dengan rincian 101 unit rusak berat, 12 unit rusak sedang, dan 35 unit rusak ringan. Satu warga dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, jumlah pengungsi di Desa Coal mencapai 1.108 orang, dan di Desa Pangga lebih dari 20 keluarga memilih mengungsi mandiri.

Saat meninjau lokasi, Abdul Muhari mengungkapkan bahwa warga di desa tersebut belum menerima bantuan sejak gempa terjadi empat hari lalu. "Kami saat ini langsung ke lokasi dan melihat langsung kondisi masyarakat. Dari laporan camat, sudah ada bantuan pangan, dan tentu saja ini akan terus kita tindak lanjuti," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (20/8/2026).

BNPB memastikan bantuan pemerintah, khususnya bantuan presiden, langsung diterima masyarakat terdampak. "Ini akan jadi atensi kita, tentu saja, karena jarak dari Labuan Bajo ke sini ditempuh sekitar 3,5 jam dan akses jalan cukup sulit. Kita pastikan masyarakat terdampak di sini menerima bantuan pangan, kebutuhan sandang, serta kebutuhan dasar permakanan dan non-permakanan terpenuhi," kata Aam, sapaan akrabnya.

Tantangan Penyaluran Bantuan

Aam juga menyoroti tantangan dalam menyalurkan bantuan ke titik-titik pengungsian mandiri. "Tantangan kita memang di titik-titik di mana masyarakat mengungsi secara mandiri. Tidak semuanya mendirikan tenda di sekitar rumah karena rumahnya rusak, tapi ada faktor psikologi trauma dan guncangan gempa susulan yang masih terus berjalan sampai sekarang," jelasnya.

Hingga kini, BNPB bersama BPBD di kabupaten terdampak terus mendistribusikan logistik bantuan. Pos pendukung logistik dipusatkan di Labuan Bajo dan Maumere. Dengan adanya pengungsian yang masih berlangsung, BNPB bersama pos komando yang dipimpin pemerintah daerah terus mendukung pemenuhan kebutuhan para pengungsi.

"Ini menjadi perhatian kita. Selain pendataan bangunan yang rusak terus dilakukan, masyarakat yang masih mengungsi banyak anak-anak, ibu-ibu, dan lansia akan kita pastikan kebutuhan makanan dan permakanan terpenuhi selama masih ada pengungsi mandiri," tutup Aam.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags