Granat Meledak di Sekolah Kabul, 42 Anak Terluka

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 01:35 WIB
Granat Meledak di Sekolah Kabul, 42 Anak Terluka

Ledakan granat di sebuah pusat pendidikan di Kabul melukai sedikitnya 42 anak, menurut misi PBB di Afghanistan. Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan warga sipil di tengah konflik berkepanjangan yang meninggalkan banyak sisa bahan peledak perang.

Pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Afghanistan, Richard Bennett, mengecam serangan keji di dekat sekolah di kawasan Dasht-e-Barchi, Kabul bagian barat. Wilayah tersebut merupakan tempat tinggal komunitas Syiah Hazara yang secara historis kerap menjadi sasaran persekusi.

Para korban berusia antara sembilan hingga 14 tahun. Juru bicara UNAMA, misi PBB di Afghanistan, mengatakan bahwa kronologi ledakan belum dapat dipastikan. "UNAMA belum memastikan kronologi ledakan tersebut," ujarnya, seraya menyebutkan adanya "laporan yang simpang siur, apakah ini serangan atau akibat sisa bahan peledak yang belum meledak."

Afghanistan telah dilanda konflik selama beberapa dekade, meninggalkan negara itu dipenuhi sisa-sisa bahan peledak perang. Menurut PBB, Afghanistan mencatat tingkat korban akibat bahan peledak tertinggi ketiga di dunia.

Direktorat Koordinasi Aksi Ranjau Afghanistan, yang telah memeriksa lokasi kejadian, menyatakan bahwa sebuah granat meledak di sekolah tersebut. Temuan ini sesuai dengan rincian yang sebelumnya disampaikan oleh kepolisian Kabul.

"Doa kami menyertai anak-anak yang terluka beserta keluarga mereka," kata UNAMA dalam pernyataannya. "Kami mendesak dilakukannya penyelidikan untuk mengungkap kronologi insiden ini. Sekolah dan pusat pendidikan harus senantiasa aman."

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags