Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai kemunculan bendera bergambar Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta pada Senin (17/8) sebagai bentuk kebanggaan masyarakat terhadap kepala negara. Menurutnya, kebanggaan itu lahir dari kontribusi Prabowo dalam memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia, baik saat menjabat Menteri Pertahanan maupun kini sebagai presiden.
"Ini kan bentuk kebanggaan saudara-saudara kita gitu ya. Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih juga ya karena kan di masa Pak Prabowo inilah meskipun juga sudah dirintis sejak zaman beliau menjadi Menhan kita benar-benar memperkuat alutsista kita," kata Pras di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8).
Prasetyo kemudian menyoroti pertunjukan udara dalam perayaan HUT ke-81 RI, di mana sejumlah pesawat tempur Rafale yang telah tiba di Indonesia ikut ditampilkan. Ia menegaskan bahwa kehadiran Rafale bukan sekadar penambahan alutsista, melainkan yang lebih penting adalah keterlibatan putra-putri terbaik bangsa sebagai penerbang pesawat tempur tersebut.
"Dan kemarin-kemarin kan saudara lihat kita di dalam demo udara itu beberapa pesawat Rafale sudah mulai datang dan tidak sekadar Rafale itu, menerbangkan pesawat tempur Rafale dan itu empat-empatnya adalah putra-putra terbaik bangsa Indonesia," ujar Pras.
"Itu loh yang menurut saya, menurut kami itu jauh lebih penting karena itu bukan sesuatu yang mudah," sambungnya.
Lebih lanjut, Prasetyo mengungkapkan bahwa penguatan alutsista tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pertahanan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu penanganan bencana. Ia mencontohkan pesawat A400 yang dinilainya memiliki manfaat penting bagi Indonesia, terutama karena negara ini berada di kawasan cincin api (ring of fire) yang rawan bencana.
"Termasuk A400 yang kemudian dalam situasi kita, negara kita yang ring of fire ini yang sering terjadi bencana yang tidak kita duga itu juga terbukti manfaatnya gitu," kata Pras.
"Dalam waktu yang singkat kita bisa mengirimkan logistik gitu yang sudah kita pakai mulai dari bencana di Sumatra maupun kemarin di NTT," sambung dia.