Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak seluruh pegawai Kementerian Sosial untuk berdoa bersama bagi para korban gempa di Nusa Tenggara Timur. Doa bersama digelar di Gedung Aneka Bhakti, Jakarta, Selasa (18/8), bertepatan dengan penutupan rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan Kemensos.
"Saya ingin memulai sambutan ini dengan memaparkan kondisi terakhir NTT. Semua harus tahu apa yang terjadi di sana. Sebagai informasi dan menjadi pedoman untuk memberikan dukungan sebagai bagian dari kepedulian kita bersama," ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).
Berdasarkan data sementara, gempa tersebut mengakibatkan 70 orang meninggal dunia dan 665 orang luka-luka. Selain itu, tercatat 31.220 orang mengungsi serta 16.411 kepala keluarga terdampak.
Dampak gempa tersebar di tiga provinsi, yaitu Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Wilayah terdampak mencakup sembilan kabupaten dan satu kota, sementara pendataan kerusakan rumah hingga fasilitas umum masih terus berjalan.
Kemensos bergerak cepat memberikan bantuan sejak awal bencana. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bahkan terjun langsung ke Flores sejak malam pertama usai gempa terjadi.
"Pak Wamen mendapatkan tugas dari Presiden menjadi salah satu dari rombongan yang berada di Flores. Sejak gempa berlangsung, jadi pagi hari terjadi gempa, malam hari Pak Wamensos langsung berada di sana," ucap Gus Ipul.
Selama berada di NTT, Agus memastikan bantuan dan layanan bagi warga terdampak berjalan maksimal. Langkah ini mencakup penyaluran logistik, penyerahan santunan ahli waris, hingga pelayanan dapur umum.
"Pak Wamen sempat merayakan 17 Agustus di Kabupaten Manggarai. Di sana telah memberikan langsung santunan kepada beberapa ahli waris, memberikan bantuan logistik, dan juga membuka posko-posko dapur umum," jelas Gus Ipul.
Hingga 18 Agustus 2026, total dukungan yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp 14,65 miliar. Alokasi dana tersebut mencakup bantuan bahan pangan serta kebutuhan logistik pengungsian. Di antaranya 48 ton beras reguler senilai Rp 672 juta, 7.500 paket sembako senilai Rp 2,35 miliar, perlengkapan dapur umum Rp 5,167 miliar, dan bufferstock logistik senilai Rp 4,518 miliar.
"Bantuan-bantuan yang sudah diberikan itu ada Rp 14 miliar lebih. Dan ini terus berlangsung. Jadi nanti akan ada bantuan lagi setelah nanti selesai asesmen," ungkap Gus Ipul.
Selain itu, Kemensos menyalurkan santunan duka dan perawatan korban. Total Rp 1,05 miliar diserahkan kepada 70 ahli waris korban meninggal dunia, serta santunan Rp 995 juta untuk 199 korban luka.
Untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak, Kemensos mengoperasikan dapur umum di sejumlah wilayah. Di Nagekeo, dapur umum melayani sekitar 2.000 bungkus makanan per hari, di Sikka 4.500 bungkus per hari, dan di Manggarai 3.000 bungkus per hari. Sementara di Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, dan Ngada, kebutuhan pelayanan dapur umum masih dalam proses asesmen.
Di hadapan seluruh pegawai, Gus Ipul menekankan pentingnya transparansi penanganan bencana. Ia ingin perkembangan di lapangan diketahui oleh seluruh jajaran Kemensos, termasuk mereka yang tidak bertugas langsung di lokasi.
"Jadi Bapak-Ibu sekalian, meskipun mungkin bukan tugas dan fungsi langsung, tetap harus bisa mengikuti setiap perkembangannya," pungkas Gus Ipul.
Artikel Terkait
Korban Gempa NTT Capai 70 Tewas, 331 Ribu Mengungsi
Kemensos Kerahkan Bantuan Rp14,65 Miliar untuk Penanganan Gempa NTT
Saat Mendagri Disetop Warga Nagekeo: Rumah Hancur dan Air Tercemar Jadi Keluhan Utama
Gempa 7,7 Magnitudo Rusak Masjid di Manggarai NTT