Saat Mendagri Disetop Warga Nagekeo: Rumah Hancur dan Air Tercemar Jadi Keluhan Utama

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:30 WIB
Saat Mendagri Disetop Warga Nagekeo: Rumah Hancur dan Air Tercemar Jadi Keluhan Utama

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian harus menghentikan langkahnya saat melintas di Kampung Kajulaki, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Sekelompok ibu-ibu langsung mengerumuni mobilnya dan menyampaikan keluhan terkait dampak gempa yang melanda wilayah tersebut. Peristiwa ini terjadi saat Tito bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno meninjau lokasi bencana, meninggalkan upacara HUT Ke-81 RI di Istana Negara atas arahan Presiden Prabowo.

Penasihat Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo langsung menginstruksikan sejumlah menteri untuk berangkat ke NTT pada hari pertama setelah gempa. "Iya presiden hari pertama langsung kirim beberapa menteri ke sana untuk dan berikut bantuan ya. Pesawat juga malamnya langsung disiapkan oleh presiden," ujarnya. Ia menambahkan bahwa beberapa menteri masih bertahan di lokasi untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal.

Saat Tito turun dari mobil, seorang warga langsung menghampirinya dan memperlihatkan kondisi rumah yang rata dengan tanah. "Pak seperti ini semua kondisi rumah di sini, Pak," ujarnya. Warga lain tak ketinggalan mengadukan keadaan air yang tercemar dan tak layak konsumsi. "Ini keadaan air yang kami minum, Pak," katanya sambil menunjukkan air yang keruh.

Tito dengan sabar mendengarkan setiap keluhan. Ia berjanji akan segera mendata para korban agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran. "Ya Ibu, mohon maaf, nanti bupati juga saya sampaikan secepat mungkin didata tiap orang rumahnya, desa ini rumahnya siapa, kemudian rusak ringan, sedang, atau berat," jelasnya. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan stimulus biaya perbaikan rumah mulai Rp15 juta hingga Rp70 juta, dengan rincian kerusakan ringan ditangani BNPB.

Tito juga menanyakan kondisi listrik yang sempat padam. Ia siap meneruskan keluhan ke Direktur Utama PLN jika aliran listrik belum pulih. Namun, warga mengonfirmasi bahwa listrik di wilayah mereka sudah menyala kembali. "(Listrik) Hidup Pak sudah," terang seorang warga.

Sebelum melanjutkan perjalanan, Tito menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp50 juta kepada Ketua RT setempat untuk dibagikan kepada warga. "Ibu kuat ya, ini siapa ini? Ketua RT-nya, ya? Titip ini ada Rp 50 (juta), bagi-bagi ya," ungkapnya.

Gempa besar yang mengguncang NTT telah memaksa ratusan warga mengungsi. Banyak yang kehilangan tempat tinggal, dan puluhan orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags