Warga RW 16 Bogor Rayakan HUT RI ke-81 dengan Busana Adat Nusantara

- Senin, 17 Agustus 2026 | 18:56 WIB
Warga RW 16 Bogor Rayakan HUT RI ke-81 dengan Busana Adat Nusantara

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia diwarnai semangat kebhinekaan di RW 16 Perumahan Bumi Indraprasta II, Kelurahan Tegal Gundil, Kota Bogor. Ratusan warga mengikuti upacara kemerdekaan dengan mengenakan beragam busana tradisional dari berbagai daerah di Nusantara, pagi ini di Taman DKR.

Ketua RW 16 Agus Junaidi yang bertindak sebagai inspektur upacara tampil gagah dengan pakaian adat Aceh. Komandan upacara Sumarwoto memilih busana adat khas Yogyakarta, sementara ketua panitia Supriyadi mengenakan pakaian adat Betawi. Para petugas lain turut melengkapi kemeriahan dengan busana adat Kalimantan, Batak, Palembang, Madura, hingga Sunda.

Perhelatan tahun ketiga ini juga menandai pergeseran peran: generasi muda kini mengambil alih posisi penting dalam upacara. Sumarwoto menuturkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, petugas upacara didominasi orang tua. Kini, tugas seperti pengibaran bendera, pembaca UUD 1945, dan pembaca teks proklamasi telah dipercayakan kepada anak-anak muda.

"Tahun ketiga ini sudah mulai melibatkan anak-anak muda untuk petugas upacara. Awalnya orang-orang tua saja, tapi sekarang petugas pengibaran bendera, pembaca Undang-Undang Dasar 1945, pembaca teks proklamasi sudah anak-anak muda," kata Sumarwoto dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/8/2026).

Ia berpesan agar generasi muda dan seluruh warga tetap menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika zaman. Perbedaan pandangan dianggap wajar, asalkan tidak merusak persatuan nasional. "Rakyat boleh tidak suka dengan program pemerintah ataupun ingin memprotes, tapi jangan lupa kita nggak boleh melupakan Indonesia. Suka atau tidak suka bangsa ini harus diselamatkan, harus dilanjutkan perjuangannya," tegasnya.

Gotong Royong Menyiapkan Perayaan

Persiapan acara telah dimatangkan secara gotong royong sejak awal Agustus. Agus Junaidi mengapresiasi dukungan penuh dari seluruh lapisan warga. "Di sini kami di RW 16 menyelenggarakan upacara. Adapun persiapan kami dari awal Agustus sudah bikin persiapan untuk diinformasikan ke RT 1, 2, 3, dan 4," ujarnya. Ia menambahkan, semua warga antusias mendukung, baik dari segi keuangan maupun makanan.

Latihan rutin bahkan telah berlangsung sejak Juni. Supriyadi mengungkapkan, "Kita melaksanakan kegiatan ini kita mulai dari Juni. Latihan-latihan kita mulai dari Juni sehingga kita mengumpulkan warga." Seluruh dana operasional acara berasal dari swadaya masyarakat setempat. "Nah semua dana yang ada ini kita dari swadaya masyarakat dan warga. Sehingga mudah-mudahan ini dapat mempersatukan warga," imbuhnya.

Semangat keberagaman dan keterlibatan anak muda ini sejalan dengan pesan kebangsaan dari Ketua RT 2, Desman. Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah masyarakat. "Tugas kita itu sekarang bukan lagi berperang tapi mengisi kemerdekaan itu. Syarat pertama satu adalah jangan terpecah belah," pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.