Kamar Kos Penuh Sampah Ditemukan Usai Penghuni Hilang Seminggu

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 04:00 WIB
Kamar Kos Penuh Sampah Ditemukan Usai Penghuni Hilang Seminggu

Seorang pemilik kos di kawasan Condongcatur, Kabupaten Sleman, dibuat terkejut setelah membuka paksa kamar salah satu penghuninya yang sudah seminggu tidak memberi kabar. Alih-alih menemukan barang-barang pribadi, ia justru mendapati kamar berukuran 3x4 meter itu penuh tumpukan sampah, termasuk botol-botol berisi air kencing.

Kamar tersebut dihuni oleh seorang pria berinisial F yang telah tinggal di kos itu selama enam tahun. Namun, sejak awal Agustus 2026, F mengabarkan hendak pindah karena akan bersekolah di Australia. Ia sempat mengatakan barang-barangnya masih di kamar, tetapi kemudian menghilang tanpa jejak dan tidak bisa dihubungi.

Pemilik kos, Ade Roberta, yang sehari-hari tinggal di Jakarta, menuturkan bahwa kos tersebut dikelola oleh sepupunya. Dari sepupunya, Ade mendapat informasi bahwa sebuah mobil pikap terlihat keluar dari kos pada awal Agustus lalu. Setelah itu, F masih berkomunikasi dan menyatakan akan pindah pada bulan September, namun tetap membayar sewa untuk bulan Agustus.

"Jadi cerita awalnya gitu tuh. Terus ya terus dipastikan lagi, 'Oh, jadi maksudnya gimana? Jadi Agustus enggak, enggak mau lanjut?', 'Oh, masih, kalau Agustus sih masih di sini' gitu. 'Tapi saya enggak lanjut'. Berarti asumsinya kan Agustus masih bayar sewa, mungkin September mau keluar gitu kan ya," ujarnya kepada wartawan, Kamis (21/8).

Setelah komunikasi itu, F tidak pernah memberi kabar lagi. Ade dan sepupunya mencoba menghubungi, tetapi tidak ada respons. Sementara itu, jadwal pembersihan kos bulanan jatuh pada 16 Agustus pagi. Saat itu, gembok tambahan di kamar F sudah tidak ada, dan ketika pintu digedor, tidak ada jawaban. Akhirnya, pintu didobrak paksa.

"Karena memang seminggu sebelumnya juga udah berusaha dihubungi gitu, tapi enggak respons, gitu. Untuk mau memastikan aja sebenarnya ini masih mau sewa atau enggak. Itu tuh udah enggak bisa dihubungi dia," katanya.

Saat pintu terbuka, Ade dan sepupunya disuguhi pemandangan yang tidak biasa. Tumpukan sampah memenuhi kamar, tetapi anehnya tidak menimbulkan bau menyengat. Menurut Ade, sampah-sampah itu didominasi barang kering seperti botol plastik, kasur rusak, kipas angin rusak, dan kandang kucing. Yang lebih mengejutkan, ada banyak botol berisi air kencing di antara tumpukan tersebut.

"Jadi sebenarnya bukan sampah basah, makanya dia enggak bau. Jadi bukan sampah basah, jadi seperti ini loh botol plastik, kasur, ya kasur-kasur yang udah rusak, kipas angin rusak, kandang kucing. Bahkan sorry ya, ada air kencing di dalam botol pun ada, dan itu banyak," katanya.

Total sampah yang berhasil dikeluarkan mencapai lima kantong plastik besar, dan proses pembersihan masih berlanjut. "Dan itu kan belum selesai masih ngambilin dari dalam juga," ujar Ade.

Sosoknya Tertutup

Ade mengaku tidak pernah curiga sebelumnya. Dari cerita penghuni kos lain, F adalah sosok yang tertutup. Tidak pernah ada saudara atau teman yang datang menjenguk, dan interaksi dengan tetangga kos pun jarang. Secara penampilan, F justru terlihat bersih dan rapi.

"Putih, bersih, wangi. Enggak ada (tanda-tanda seperti itu). Dia normal aja. Tidak ada kepikiran sampai sana," katanya.

Tak Kunjung Merespons

Setelah kejadian itu, Ade kembali mencoba menghubungi F melalui WhatsApp, tetapi pesannya hanya masuk tanpa balasan. "Tapi ya sebenarnya WA-nya masuk, tapi enggak respons," katanya.

Ade kemudian mengunggah peristiwa ini ke media sosial dengan harapan F membaca dan menyadari perbuatannya. "Supaya enggak kejadian lagi. Supaya nyampe ke orangnya juga nih semoga. Paling nggak sadar ya kan merugikan ya," tuturnya.

Ia juga menyayangkan kebohongan F yang mengatakan barang-barangnya masih di kamar. "Dia bohong. Ya kan dia bilang masih barangnya masih ada di kamar, masih ada bajunya. Ya kan dia bohong. Itu nggak ada barang pribadi tinggal sampah," katanya.

Ke depan, Ade berencana membuat prosedur operasional standar (SOP) baru untuk pengelolaan kos agar kejadian serupa tidak terulang. Ia telah berdiskusi dengan keluarga untuk menyusun aturan yang lebih ketat, termasuk pemeriksaan kamar secara berkala.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags