Bapeten Pastikan Tak Ada Paparan Radiasi Usai Gempa NTT

- Senin, 17 Agustus 2026 | 16:19 WIB
Bapeten Pastikan Tak Ada Paparan Radiasi Usai Gempa NTT

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) memastikan tidak ada paparan radiasi pengion setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8). Berdasarkan database perizinan Bapeten, di NTT terdapat 51 fasilitas yang memanfaatkan tenaga nuklir berupa radiasi pengion, baik untuk kesehatan maupun industri.

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Ishak, menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. "Bapeten menyatakan turut prihatin dan berduka cita atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Atas musibah ini, Bapeten juga menaruh perhatian terhadap fasilitas yang memanfaatkan sumber radiasi pengion baik di rumah sakit maupun industri di daerah terdampak," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (17/8).

Dari puluhan fasilitas tersebut, 14 di antaranya berada di wilayah terdampak, yakni Kabupaten Ngada, Manggarai, Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, Ende, Alor, dan Flores Timur. Ishak menjelaskan bahwa hasil koordinasi dengan pemangku kepentingan menunjukkan tidak ada dampak gempa terhadap keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion di wilayah tersebut. "Tidak ditemukan adanya dampak gempa di NTT terhadap keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion di wilayah tersebut, serta tidak terjadi kenaikan paparan radiasi di wilayah NTT sebagai akibat kejadian gempa," tuturnya.

Bapeten akan terus memantau kondisi di lapangan, terutama terkait gempa susulan. Masyarakat dan pemangku kepentingan yang memiliki informasi mengenai keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion di wilayah terdampak dapat menyampaikannya langsung ke Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, melalui media sosial resmi, atau email di [email protected].

"Segala jenis informasi yang disampaikan akan sangat membantu dalam menjaga keamanan serta keselamatan masyarakat, pekerja dan lingkungan. Semoga musibah ini dapat segera tertangani dengan baik dan saudara kita yang berada di NTT bisa beraktivitas seperti sedia kala," pungkas Ishak.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.