Kemensos Resmikan Taman Anak Sejahtera di Palembang, Fasilitas Penitipan Anak Gratis

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:40 WIB
Kemensos Resmikan Taman Anak Sejahtera di Palembang, Fasilitas Penitipan Anak Gratis

Ratusan anak usia dini memadati aula Sentra Budi Perkasa Palembang, Sumatera Selatan, pada peresmian Taman Anak Sejahtera (TAS) Wong Kito. Kegiatan yang digelar dalam rangka Gebyar Hari Anak Nasional 2026 ini dihadiri langsung oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf.

Kedatangan Fatma dan rombongan disambut meriah dengan Tari Gending Sriwijaya yang dibawakan siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 7 Palembang. Suasana semakin hangat saat Nabila Safitri, seorang penyandang disabilitas, naik ke panggung dan membawakan sebuah lagu. Usai tampil, Nabila bersama dua rekannya menghampiri Fatma dan Wakil Penasihat DWP Kemensos, Intan Agus Jabo, untuk memberikan buket bunga. Keduanya menerima dengan senang hati dan memeluk Nabila penuh haru.

Acara juga dimeriahkan oleh unjuk bakat karate dari siswa-siswi SRMA 7 Palembang serta tarian tradisional yang dipersembahkan anak-anak TAS Chika Smart.

Dalam sambutannya, Fatma menegaskan bahwa TAS Wong Kito bukan sekadar tempat penitipan anak bagi orang tua yang bekerja. Ia menekankan pentingnya pengasuhan profesional, inklusif, dan berkualitas.

"Ini bukan sekadar tempat penitipan saja, tetapi kita memberikan pengasuhan, pendidikan berkarakter, dan juga tentu saja dengan kasih sayang yang penuh untuk anak-anak kita," ujar Fatma dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).

Layanan di TAS Wong Kito diberikan secara gratis tanpa biaya apapun. Anak-anak yang dapat dititipkan berusia 3 bulan hingga 8 tahun. Saat ini, tercatat 21 anak telah dititipkan oleh orang tua mereka selama bekerja.

Fatma menjelaskan, kehadiran TAS merupakan wujud kehadiran negara di tengah kesibukan orang tua mencari nafkah. Ia mencontohkan, "Mengingat banyak orang tua yang bekerja, mencari nafkah, mencari kebutuhan yang lain, maka negara hadir untuk membantu mereka dengan membuat sebuah wadah untuk anak-anak kita, namanya Taman Anak Sejahtera."

Hingga kini, Kemensos telah membina 50 TAS yang tersebar di berbagai daerah. Fatma berpesan kepada para petugas agar menyayangi dan mendidik anak-anak dengan baik, serta memperhatikan asupan gizi dan kemandirian mereka.

"Titip pesan kepada para guru, tolong sayangi anak-anak kita yang sekolah di sini, tolong bantu orang tua agar mereka bisa bekerja dengan baik. Berilah pendidikan yang memiliki karakter yang tinggi," pesannya.

Ia berharap anak-anak tersebut tumbuh sehat, ceria, dan bahagia, serta kelak menjadi pemimpin masa depan.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Palembang, Dewi Sastrani, menyambut baik kehadiran TAS Wong Kito. Menurutnya, fasilitas ini merupakan sinergi pemerintah dengan berbagai pihak dalam menghadirkan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia yang telah menghadirkan Taman Anak Sejahtera di Kota Palembang," kata Dewi.

Ia berharap TAS Wong Kito dapat memberikan perhatian pada anak usia dini yang merupakan tahapan penting dalam pertumbuhan. "Keberadaan TAS Wong Kito diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi anak-anak dan keluarga di Kota Palembang serta menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun generasi yang sehat, ceria, percaya diri, berakhlak baik, dan memiliki masa depan yang lebih baik," jelasnya.

Setelah acara seremonial, Fatma dan rombongan meninjau langsung fasilitas TAS Wong Kito. Tempat ini dilengkapi arena bermain dan ruang belajar untuk menumbuhkan kreativitas serta rasa percaya diri anak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Penasihat DWP Kemensos Intan Agus Jabo beserta anggota DWP Kemensos, Ibu Sekretaris Daerah Sumsel sekaligus Ketua DWP Sumsel Desy Kasnayati Edward, dan Bunda PAUD Kota Palembang Dewi Sastrani.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.