Ruteng, Nusa Tenggara Timur, diguncang rentetan gempa bumi sebanyak sepuluh kali dalam kurun waktu sekitar 20 menit pada Minggu pagi. Seluruh gempa berkekuatan di bawah magnitudo 5 dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan berarti, tetapi getarannya sempat membuat warga waspada.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa-gempa tersebut terjadi mulai pukul 08.40 WIB hingga 09.00 WIB. Pusat gempa tersebar di sejumlah titik, sebagian besar berada di laut dengan kedalaman bervariasi antara 4 hingga 94 kilometer.
Dalam keterangan resmi yang diunggah melalui akun media sosialnya, BMKG menyampaikan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
Gempa pertama tercatat pukul 08.40 WIB dengan magnitudo 4,3. Pusatnya berada 50 kilometer barat laut Mbay, Nagekeo, NTT, pada kedalaman 6 kilometer. Disusul gempa kedua pukul 08.41 WIB berkekuatan magnitudo 3,6 yang berlokasi 82 kilometer timur laut Ruteng dengan kedalaman 13 kilometer.
Selanjutnya, gempa ketiga pukul 08.44 WIB bermagnitudo 2,3 di 23 kilometer timur laut Mbay dengan kedalaman 62 kilometer. Gempa keempat pukul 08.46 WIB berkekuatan magnitudo 3,3 di 80 kilometer timur laut Ruteng, kedalaman 20 kilometer. Gempa kelima pukul 08.50 WIB bermagnitudo 2,8 di 76 kilometer timur laut Ruteng, kedalaman 17 kilometer.
Rangkaian berlanjut dengan gempa keenam pukul 08.51 WIB bermagnitudo 2,8 di 49 kilometer timur laut Ruteng, kedalaman 17 kilometer. Gempa ketujuh pukul 08.55 WIB berkekuatan magnitudo 2,8 di 12 kilometer tenggara Bajawa, Ngada, NTT, dengan kedalaman 94 kilometer. Gempa kedelapan pukul 08.58 WIB bermagnitudo 2,9 di 45 kilometer timur laut Ruteng, kedalaman 9 kilometer.
Dua gempa terakhir tercatat pukul 08.59 WIB dan 09.00 WIB, masing-masing bermagnitudo 3,8. Gempa kesembilan berpusat 81 kilometer timur laut Ruteng dengan kedalaman 4 kilometer, sedangkan gempa kesepuluh berpusat 82 kilometer timur laut Ruteng dengan kedalaman 18 kilometer.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat rentetan gempa tersebut.