Korban Tewas Gempa NTT Bertambah Jadi 51 Orang

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:42 WIB
Korban Tewas Gempa NTT Bertambah Jadi 51 Orang

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Minggu (16/8) pukul 09.00 WITA, tercatat 51 orang meninggal dunia, naik dari data sebelumnya yang menyebutkan 48 orang.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengungkapkan, penambahan korban terjadi di dua wilayah. Tiga jenazah ditemukan di Manggarai Timur, sementara satu korban lainnya di Manggarai atau Reo, sehingga total korban di wilayah tersebut menjadi 24 orang.

"Kami laporkan untuk update per pukul 09.00 tadi pagi hari ini, bahwa total korban meninggal dunia ada 51. Jadi mohon maaf, slide yang kami update tadi pagi masih 48. Untuk update per pukul 09.00 adalah 51," kata Syafii saat rapat koordinasi penanganan gempa NTT di Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8).

Selain korban jiwa, Basarnas juga mencatat 64 warga mengalami luka-luka dan luka berat yang masih menjalani perawatan. Operasi pencarian dan pertolongan pun masih terus dilakukan, meski menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Akses jalan di beberapa titik terhambat longsor, sementara jaringan komunikasi dan listrik terganggu di sejumlah wilayah, khususnya Manggarai Timur dan Nagekeo. Meski demikian, tim SAR masih bisa berkoordinasi menggunakan fasilitas Starlink yang terhubung dengan seluruh unsur operasi SAR di Flores.

"Namun tim SAR masih menggunakan fasilitas Starlink yang bisa terhubung dengan seluruh unsur-unsur operasi SAR yang ada di Flores," ujarnya.

Untuk mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan, Basarnas mengerahkan helikopter yang sedang dalam perjalanan dari Bima menuju Labuan Bajo. Jika tidak ada warga yang perlu dievakuasi menggunakan helikopter, armada tersebut akan dialihkan untuk membantu distribusi logistik, termasuk kebutuhan kesehatan.

"Begitu juga kapal SAR yang ada di Labuan Bajo ini juga bisa dimanfaatkan untuk pergeseran logistik karena alhamdulillah di hari kedua ini ruas jalan sebagian besar sudah bisa terhubung juga melalui jalan darat," jelas Syafii.

Basarnas juga menyiapkan personel tambahan dari sejumlah kantor SAR, di antaranya Makassar, Mataram, dan Surabaya, serta tim Basarnas Special Group (BSG) untuk memperkuat operasi di lapangan.

Gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB itu juga memicu tsunami dengan ketinggian maksimum 0,94 meter di sejumlah wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Dampak gempa tidak hanya dirasakan pada korban jiwa, tetapi juga kerusakan infrastruktur.

Sejumlah fasilitas kesehatan rusak, termasuk RSUD Komodo dan RSUD Ruteng, sehingga beberapa pasien harus dipindahkan. Kerusakan juga terjadi pada rumah warga, pelabuhan, serta akses jalan di sejumlah kabupaten di NTT.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.