Pemerintah Targetkan Investasi Tembus Rp2.322 Triliun pada 2027

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB
Pemerintah Targetkan Investasi Tembus Rp2.322 Triliun pada 2027

Pemerintah menetapkan target realisasi investasi sebesar Rp2.322 triliun pada 2027, meningkat signifikan dibandingkan target tahun sebelumnya yang sebesar Rp2.041,3 triliun. Angka ini diharapkan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional, seiring dengan meningkatnya kontribusi investasi terhadap produk domestik bruto.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani mengungkapkan, pada triwulan II 2026, investasi menyumbang sekitar 39 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi yang tercatat sebesar 5,29 persen. "Biasanya kontribusi investasi di atas kisaran 28-29 persen," ujarnya, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Rosan, investasi tidak hanya dinilai dari besaran realisasi, tetapi juga dari kemampuannya memperkuat fondasi ekonomi melalui peningkatan kapasitas produksi. Dari sisi pengeluaran, investasi pada triwulan II 2026 tumbuh 6,87 persen, lebih tinggi dibandingkan konsumsi rumah tangga yang hanya tumbuh 5,06 persen. Kondisi ini menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin ditopang oleh pembentukan kapasitas produksi, bukan sekadar konsumsi masyarakat.

"Investasi bukan sekadar angka realisasi, tetapi kami terus memastikan investasi yang masuk ke Indonesia dapat menjadi bagian dari penguatan fondasi ekonomi nasional," tegas Rosan.

Target investasi 2027 sebesar Rp2.322 triliun tersebut sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi 2027 yang dipatok pada kisaran 5,8-6,5 persen. Angka ini meningkat sekitar Rp280,7 triliun atau 13,75 persen dibandingkan target investasi 2026. Rosan menjelaskan, target tersebut merupakan bagian dari kebutuhan investasi nasional sepanjang 2025-2029 yang mencapai Rp13.032 triliun. Namun, ia menegaskan bahwa kebutuhan investasi tersebut bukan berasal dari belanja negara, melainkan dari penanaman modal badan usaha, baik dalam negeri maupun asing.

Hilirisasi Jadi Kunci

Pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan nilai investasi, tetapi juga mendorong investasi yang memberikan nilai tambah melalui kebijakan hilirisasi. Pada semester I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun atau sekitar 29,7 persen dari total investasi nasional. Angka ini tumbuh 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sektor mineral masih menjadi penyumbang terbesar investasi hilirisasi dengan nilai Rp206,5 triliun. Rinciannya, nikel sebesar Rp71 triliun, bauksit Rp53,8 triliun, tembaga Rp37,4 triliun, besi dan baja Rp30,2 triliun, serta pasir silika Rp5,9 triliun. Pemerintah juga mulai memperluas hilirisasi ke sektor perkebunan dan kehutanan, minyak dan gas bumi, serta perikanan dan kelautan, yang masing-masing mencatat investasi sebesar Rp54,4 triliun, Rp35,4 triliun, dan Rp3,8 triliun.

Ke depan, hilirisasi akan didorong pada komoditas bernilai tambah tinggi lainnya, seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut. Rosan menekankan bahwa perluasan hilirisasi penting untuk memastikan investasi tidak hanya meningkatkan nilai nominal penanaman modal, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan memperkuat kapasitas ekonomi di dalam negeri.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.