Gempa NTT Rusak Pelabuhan dan Bandara Komodo, Kemenhub Pastikan Layanan Aman

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 03:35 WIB
Gempa NTT Rusak Pelabuhan dan Bandara Komodo, Kemenhub Pastikan Layanan Aman

Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas transportasi, termasuk pelabuhan dan Bandar Udara Komodo. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat dampak tersebut dan langsung mengambil langkah pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan keselamatan pengguna jasa.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk memeriksa fasilitas yang terdampak, mulai dari pelabuhan, terminal, hingga bandara. "Kami telah menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap fasilitas-fasilitas transportasi terdampak, baik pelabuhan, terminal hingga bandara, guna memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi aman pasca terjadinya gempa bumi," ujarnya, Sabtu (15/8/2026).

Di Pelabuhan Laurentius Say, gempa mengakibatkan dermaga dan bangunan ruang tunggu rusak hingga roboh. Saat kejadian, KM Bukit Siguntang sedang bersandar di dermaga pelabuhan tersebut. Sementara itu, Pelabuhan Reo mengalami kerusakan pada bagian kantor dan terminal, namun tidak ada korban jiwa.

Pelabuhan Nangakeo juga terkena dampak dengan kerusakan ringan seperti plafon runtuh dan tembok retak. Akibatnya, layanan perintis di pelabuhan ini untuk sementara dihentikan demi keselamatan pengguna jasa dan petugas.

Di Bandar Udara Komodo, kerusakan terjadi pada Gedung PKP-PK, terminal sisi darat, dan gedung administrasi. Ada pula kerusakan minor pada fillet Taxiway A di sisi udara. Meski begitu, bandara tetap beroperasi normal dengan pembatasan. "Tidak ditemukan adanya korban jiwa dan bandara ini tetap beroperasi normal dengan pembatasan," kata Dudy.

Dudy meminta jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub di NTT dan sekitarnya untuk terus berkoordinasi dengan BMKG, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta operator transportasi. Koordinasi ini penting untuk memantau perkembangan kondisi sarana dan prasarana serta memastikan keselamatan masyarakat.

"Meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut, saya minta seluruh pihak untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas, khususnya di wilayah terdampak," tegasnya.

Kemenhub mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta arahan petugas di lapangan. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Pemantauan terhadap fasilitas terdampak akan terus dilakukan, dan pemerintah akan menyampaikan perkembangan secara berkala.

Dudy menegaskan bahwa langkah-langkah ini diambil untuk memastikan layanan transportasi dapat kembali berjalan optimal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.