Trump Klaim Selat Hormuz Milik AS, Jurnalis: Hanya Bercanda

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 03:21 WIB
Trump Klaim Selat Hormuz Milik AS, Jurnalis: Hanya Bercanda

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengejutkan publik dengan pernyataan kontroversial. Dalam pidatonya di Akademi Kepolisian Nassau County, Garden City, New York, Jumat (14/8/2026) waktu setempat, ia mengklaim akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Namun, pernyataan itu dianggap hanya lelucon belaka oleh sejumlah kalangan.

Jurnalis The Wall Street Journal (WSJ), Brian Schwartz, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyebut Trump hanya bercanda. Menurut Schwartz, berdasarkan keterangan sumber pejabat Gedung Putih, Trump belum pernah membahas soal klaim atas Selat Hormuz dengan para penasihat keamanannya. Oleh karena itu, pernyataan tersebut tidak lebih dari sekadar lontaran.

"Presiden Trump belum bertemu dengan para penasihatnya membahas penetapan Selat Hormuz sebagai wilayah AS pascaperang dan hanya bercanda dalam pidatonya di New York," tulis Schwartz di akun media sosial X, dikutip Minggu (16/8/2026).

Dalam pidatonya, Trump menyatakan bahwa AS akan mengeklaim kepemilikan atas Selat Hormuz setelah perang melawan Iran selesai. "Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, tak lama lagi saya akan menetapkan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," ujarnya. Ia menambahkan, "Ini sungguhan."

Namun, Schwartz menuturkan bahwa Trump tertawa setelah melontarkan pernyataan tersebut. Trump juga mengklaim bahwa AS akan mengendalikan akses masuk-keluar jalur perairan strategis tersebut. "Kita memegang kendali blokade. Tidak ada kapal yang bisa melintas kecuali atas seizin kita," ujarnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.