Insanul Fahmi membantah pernyataan mantan istrinya, Wardatina Mawa, yang menyebut dirinya tidak mengirimkan nafkah untuk anak mereka selama hampir tiga bulan. Bantahan itu disampaikan melalui kuasa hukumnya, Tommy, sebagai respons atas pemberitaan yang beredar.
Sebelumnya, Wardatina Mawa mengungkapkan bahwa Insanul Fahmi sudah lama tidak mengirimkan nafkah, bahkan hampir tiga bulan. Ia juga mengaku tidak mengetahui kabar bahwa mantan suaminya itu berjualan sayur, karena komunikasi mereka sudah terputus.
"Aku nggak tahu," ujarnya.
Wardatina, yang akrab disapa Mawa, juga mengatakan bahwa pengiriman nafkah dari Insanul Fahmi tidak lancar. Namun, ia mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. "Enggak lancar. Tapi ya udah it's okay," jelasnya.
Mawa menegaskan bahwa ia tidak pernah menuntut soal nafkah, karena ia hanya ingin melihat usaha mantan suaminya untuk menafkahi anaknya. "Karena aku enggak pernah menuntut sih, tapi kan aku juga melihat ya seberapa effort-nya dia untuk anaknya," jelasnya lagi.
Menanggapi hal itu, kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy, menegaskan bahwa pernyataan Mawa tidak benar. Ia memastikan bahwa kliennya tetap bertanggung jawab terhadap anaknya. "Terkait berita-berita yang berkembang dari M, menurut Insanul itu tidak benar," ujarnya.
"Yang namanya tanggung jawab tetap tanggung jawab," lanjut dia.
Tommy juga menyebut bahwa Insanul Fahmi sangat perhatian kepada anaknya dan mematuhi putusan pengadilan mengenai nafkah. Pengadilan memutuskan Insanul harus memberikan nafkah sebesar Rp3 juta per bulan untuk anaknya. "Dia sangat amat perhatian ya," jelasnya. "Juga dia mengikuti apa yang sudah diputuskan ya, putusannya tiga juta per bulan dia melakukannya, dan dia juga memberikan apa yang menjadi kebutuhan anaknya," ungkapnya.
Sementara itu, Insanul Fahmi sendiri enggan berkomentar banyak. Ia menegaskan bahwa ia tetap mengirimkan uang untuk anaknya, tetapi membantah jika dituding tidak menafkahi selama berbulan-bulan. "Males mengklarifikasi apa-apa sih, tapi maksudnya kalau ngasih (nafkah) tetap ngasih," terangnya. "Tapi kalau dikatakan (tidak menafkahi) sampai berapa bulan, itu enggak," kata Insan.
Ia juga menilai bahwa persoalan ini seharusnya tidak perlu menjadi konsumsi publik. "Tapi ya ini enggak perlu diributin lah ini," terang dia. "Case rumah tangga juga," kata dia.