Danantara Targetkan BUMN Tersisa 200 Perusahaan hingga Akhir 2026

- Jumat, 14 Agustus 2026 | 21:31 WIB
Danantara Targetkan BUMN Tersisa 200 Perusahaan hingga Akhir 2026

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berencana mengurangi jumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara signifikan. Dari total 1.074 perusahaan yang ada saat ini, sekitar 874 perusahaan akan ditutup, baik anak usaha maupun cucu usaha, sejalan dengan target efisiensi pengelolaan perusahaan negara.

CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa hingga Agustus 2026, jumlah BUMN telah berkurang sekitar 260 perusahaan melalui skema merger, divestasi, likuidasi, dan konsolidasi. Pihaknya menargetkan pada akhir tahun ini jumlah BUMN menyusut menjadi sekitar 200 perusahaan.

"Kita juga kita gabungkan sehingga ini salah satu program yang kita jalankan dengan target memang pada akhir tahun ini kita bisa mencapai kurang lebih 200 perusahaan BUMN pada akhirnya," ujarnya dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dengan demikian, dari posisi 1.074 perusahaan, akan disisakan sekitar 200 perusahaan. Artinya, ada sekitar 874 perusahaan yang akan dikurangi, baik anak usaha maupun cucu usaha, dengan skema yang ditentukan oleh Danantara.

Rosan mencontohkan penggabungan perusahaan aset manajemen yang sebelumnya dimiliki oleh setiap bank dan lembaga keuangan di bawah BUMN. Perusahaan-perusahaan tersebut kini dikonsolidasikan menjadi satu entitas.

"Contohnya misal kita menggabungkan perusahaan aset manajemen yang tadinya setiap bank dan juga financial institution di bawah BUMN punya perusahaan aset manajemen sendiri itu kita gabungkan," katanya.

Menurut Rosan, konsolidasi dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan yang memiliki fungsi serupa agar struktur usaha BUMN menjadi lebih sederhana dan efisien. Selain sektor keuangan, konsolidasi juga menyasar bisnis rumah sakit dan perhotelan yang berada di bawah ekosistem BUMN.

"Kemudian juga kita terus menggabungkan baik itu rumah sakit, hospital, kurang lebih setelah kita gabungkan ini kita punya ada 137 hotel, kita juga kita gabungkan sehingga ini salah satu program yang kita jalankan dengan target memang pada akhir tahun ini kita bisa mencapai kurang lebih 200 perusahaan BUMN pada akhirnya," ujar Rosan.

Rosan menegaskan, proses streamlining tersebut bukan pekerjaan mudah. Danantara perlu melihat berbagai aspek sebelum menentukan perusahaan yang akan digabung, didivestasi, dilikuidasi, atau dikonsolidasikan.

"Tetapi memang ini harus kami akui pekerjaan yang tidak mudah dan sangat-sangat berat karena ini harus dilihat dari semua aspeknya," ujarnya.

Dia menyampaikan, penyederhanaan struktur perusahaan negara tersebut ditujukan untuk menciptakan efisiensi, meningkatkan produktivitas, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset BUMN.

"Tetapi ya ini memang target kami untuk streamlining sehingga kita bisa menciptakan efisiensi, kita bisa meningkatkan produktivitas, dan mengoptimalkan aset-aset kita yang ada," ujar Rosan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.