Seorang perempuan di Kelurahan Medan Satria, Kota Bekasi, menjadi sorotan setelah video dirinya menangis di rumah Ketua RT viral di media sosial. Dalam rekaman itu, ia mengaku mendapat intimidasi hingga dugaan penganiayaan saat mencari kejelasan soal pelaku pencurian sepeda motornya.
Peristiwa ini bermula ketika korban kehilangan sepeda motor yang diparkir di kawasan Jalan Irigasi, Medan Satria, beberapa hari lalu. Setelah melakukan penelusuran, ia mengantongi identitas orang yang diduga mengetahui keberadaan terduga pelaku. Bersama keluarganya, korban mendatangi lingkungan tersebut untuk meminta kejelasan.
Situasi di lokasi sempat memanas dan menarik perhatian warga. Dalam video yang beredar, korban terlihat menangis dan menyampaikan bahwa ia mendapat tekanan dari sejumlah warga saat berada di rumah Ketua RT. Ia juga menyebut terduga pelaku sempat dilepaskan oleh warga.
Meski sepeda motornya akhirnya ditemukan berkat bantuan warga, korban mengaku masih kehilangan sejumlah barang yang tersimpan di dalam jok, seperti telepon genggam, dompet, dan tas.
Penjelasan Ketua RT
Ketua RT 03 RW 07 Kelurahan Medan Satria, Patuyo Kaman, membantah tudingan tersebut. Menurutnya, informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.
Patuyo mengaku baru mengetahui adanya keributan setelah dihubungi oleh ketua RT lain yang meminta bantuan untuk menenangkan suasana. Saat tiba di lokasi, suasana sudah ramai dan terjadi adu argumen antara korban dengan beberapa warga.
Ia menegaskan tidak ada tindakan pemukulan maupun penganiayaan selama korban berada di rumahnya. Korban justru dipersilakan masuk ke dalam rumah agar situasi lebih tenang, tetapi menolak karena mengaku takut.
"Saya hanya berusaha menenangkan. Tidak ada pemukulan ataupun intimidasi. Karena situasi tidak kondusif, saya kemudian menghubungi Polsek Medan Satria agar persoalan ini ditangani sesuai prosedur hukum," ujar Patuyo.
Patuyo juga membantah tudingan bahwa dirinya melepaskan terduga pelaku pencurian sepeda motor. Ia mengaku tidak mengenal orang yang disebut-sebut sebagai pelaku.
"Kalau saya dituduh melepas pelaku, itu tidak benar. Saya tidak kenal siapa pelakunya. Narasi itu sangat merugikan nama baik saya," tegasnya.
Ia mengaku telah dimintai keterangan oleh penyidik Polsek Medan Satria terkait peristiwa tersebut. Bahkan, Patuyo mempertimbangkan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai menyebarkan informasi yang tidak sesuai fakta karena dianggap mencemarkan nama baiknya.
Artikel Terkait
Buntuti Dua Orang Dorong Motor Tanpa Kunci, Ojok Bantu Polisi Gagalkan Pencurian
Polisi Bekuk Dua Pelaku Curanmotor yang Beraksi 20 Kali di Jakarta-Tangerang-Banten
Warga Cimahi Amankan Pelaku Curanmor, Korban Luka Tusuk
Buronan Curanmor di Bekasi Ditangkap Saat Tidur di Teras Rumah Orang Tua