Evakuasi KM Mutiara Sentosa 2 Terus Berlanjut, 40-45 Penumpang Belum Dievakuasi

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:42 WIB
Evakuasi KM Mutiara Sentosa 2 Terus Berlanjut, 40-45 Penumpang Belum Dievakuasi

Proses evakuasi penumpang kapal motor (KM) Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8) masih berlangsung. Hingga saat ini, sekitar 40 hingga 45 penumpang belum berhasil dievakuasi dari kapal yang mengangkut 250 orang tersebut.

Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengungkapkan bahwa tim SAR terus berupaya mengevakuasi seluruh penumpang. "Yang pasti sekarang sedang proses evakuasi dan terakhir kami dapat informasi kurang lebih tinggal 40 sampai 45 penumpang yang belum terevakuasi," ujarnya saat dihubungi pada Minggu (2/8).

Didit menjelaskan, kendala utama yang dihadapi adalah memastikan kapal-kapal terdekat yang dapat membantu proses evakuasi. "Karena kami butuh waktu untuk memberikan broadcast informasi kapal terbakar ini. Pada saat kami terima laporan, kendala kami baru itu, jadi kami baru bisa memonitor awal itu ada kapal apa saja yang terdekat di sana," katanya.

Namun, setelah beberapa saat, pihaknya mendapat konfirmasi bahwa ada dua kapal yang berhasil mendekat ke lokasi, yaitu TB Hasnur 26 dan Meratus Project 3. "Disusul oleh kapal-kapal lain ini yang barusan juga kami terima ada empat kapal namun kami belum belum bisa memastikan empat kapal tersebut dengan nama kapal jelas begitu, kami belum bisa memastikan," tambah Didit.

Sebelumnya, Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyatakan bahwa berdasarkan informasi dari PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), KM Mutiara Sentosa 2 mengangkut sekitar 250 orang saat insiden terjadi. "PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) menelepon petugas siaga Kantor SAR Surabaya untuk menginformasikan bahwa Kapal Penumpang Mutiara Sentosa 2 Rute Surabaya-Makasar dengan POB (awak kapal) sekitar 250 orang," kata Nanang kepada kumparan, Minggu (2/8).

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags