Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pengeroyokan Warga di Morowali

- Rabu, 29 Juli 2026 | 18:42 WIB
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pengeroyokan Warga di Morowali

Polisi masih menyelidiki tewasnya Setiawan (33), pria yang menjadi korban amuk massa setelah dituduh mencuri sepeda motor di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Wakapolres Morowali, Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa, mengatakan penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan barang bukti, dan memeriksa saksi.

"Kami telah mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi, mengumpulkan barang bukti, dan memeriksa sebanyak tujuh orang saksi," kata I Nyoman Raka kepada wartawan, Selasa (28/7). Hasil penyelidikan sementara mengungkap sejumlah petunjuk terkait penyebab kematian korban maupun identitas para terduga pelaku. "Penyidik telah mengantongi identitas terduga pelaku yang jumlahnya lebih dari satu orang," ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga meninggal dunia akibat kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama. "Korban diduga mengalami kekerasan berupa pemukulan menggunakan kepalan tangan yang dilakukan oleh para terduga pelaku," sambung I Nyoman Raka.

Temuan Polisi

Kasat Reskrim Polres Morowali, AKP Wawan K, mengatakan penyelidikan terhadap perkara masih berlangsung. Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman kamera pengawas, terdapat indikasi bahwa Setiawan diduga hendak mencuri sepeda motor milik pengunjung sebuah minimarket. "Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV yang kami temukan, terdapat indikasi bahwa inisial S diduga berniat melakukan pencurian kendaraan bermotor roda dua," kata Wawan.

Rekaman CCTV memperlihatkan Setiawan diduga mendorong sepeda motor yang terparkir di depan minimarket dan berusaha membuka kunci kontak. Namun, aksinya diduga diketahui pemilik motor yang kemudian berteriak meminta pertolongan. Setiawan pun menghentikan aksinya, tetapi teriakan tersebut menarik perhatian warga yang berdatangan dan diduga melakukan pengeroyokan. "Laki-laki berinisial S sempat masuk ke dalam minimarket dengan maksud menyelamatkan diri. Namun massa yang sudah emosi tetap melakukan penganiayaan. Masih ada rekaman video lain yang belum dapat kami rilis karena masih diperlukan untuk kepentingan penyelidikan," ujarnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags