Pemerintah Yakin Ekonomi Kuartal II Tumbuh di Atas 5 Persen

- Rabu, 29 Juli 2026 | 19:24 WIB
Pemerintah Yakin Ekonomi Kuartal II Tumbuh di Atas 5 Persen

Pemerintah optimistis perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh di atas 5 persen pada kuartal II 2026. Angka resmi akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Agustus mendatang. Sebagai perbandingan, pada kuartal I tahun ini ekonomi nasional tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan.

“Keyakinan di atas 5 masih,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto di kantornya, Jakarta, Rabu (29/7).

Menurut Airlangga, optimisme itu ditopang oleh investasi dan berbagai insentif yang telah digelontorkan pemerintah. “Kuartal kedua faktor pendorongnya masih terkait dengan investasi, terkait dengan beberapa insentif yang didorong oleh pemerintah,” katanya.

Pemerintah juga meyakini pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV 2026 tetap terjaga. Airlangga menyebut belanja pemerintah dan investasi menjadi dua motor utama pada semester II tahun ini. Meski minat investasi ke Indonesia masih tinggi, sejumlah investor masih mengeluhkan hambatan birokrasi, terutama soal perizinan. Pemerintah terus berupaya menyederhanakan regulasi atau melakukan debottlenecking.

Pantau Risiko Inflasi Akibat El Nino

Mengenai potensi dampak El Nino terhadap inflasi pangan pada kuartal III dan IV, Airlangga mengatakan pemerintah terus memantau kondisi di berbagai daerah. Pemerintah tengah mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan pompanisasi maupun distribusi air untuk menjaga produktivitas pertanian, terutama di daerah yang mulai terdampak berkurangnya curah hujan.

“Memang di beberapa daerah hujan sudah tidak turun dan mana daerah yang bisa diselesaikan dengan pompanisasi, di mana sungai-sungainya yang masih banyak air dan bagaimana mendistribusikan air itu ke daerah-daerah yang produktif,” ujarnya.

Gubernur BI Harus Jaga Sinergi Fiskal-Moneter

Airlangga turut menanggapi sosok yang cocok menjadi Gubernur Bank Indonesia. Ia menegaskan, penentuan jabatan tersebut merupakan kewenangan Presiden. Namun, ia meyakini sistem yang telah berjalan di BI akan menjaga kesinambungan kebijakan moneter. Siapa pun yang nantinya memimpin BI, diharapkan tetap menjaga sinergi dengan pemerintah.

“Siapa pun yang duduk di sana, selama menjalankan sistem dan kerjasama baik fiskal moneter itu akan baik untuk pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi, dan menciptakan lapangan kerja,” tuturnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags