Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mendorong Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjadi Sekretaris Jenderal PBB berikutnya, menggantikan Antonio Guterres yang akan pensiun akhir tahun ini. Langkah itu diungkapkan oleh sumber pejabat AS kepada surat kabar The New York Post.
Menurut sumber tersebut, Trump menilai Infantino sebagai sosok yang dihormati banyak orang di dunia. "Trump mengakui bahwa dia memiliki kemampuan khusus untuk menyatukan semua orang," kata sumber itu.
Infantino dan Trump memiliki hubungan dekat sejak persiapan Piala Dunia 2026. Pria kelahiran Swiss itu bahkan memberikan Hadiah Perdamaian FIFA kepada Trump pada Desember 2025, setelah Trump gagal meraih Nobel Perdamaian. Penghargaan itu merupakan yang pertama kali diberikan FIFA.
Untuk menjadi Sekjen PBB, Infantino harus mendapatkan dukungan dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, termasuk lima anggota tetap yang memiliki hak veto. Setelah itu, kandidat terpilih akan menjalani konfirmasi oleh Majelis Umum.
Sejauh ini, Infantino belum memberikan tanggapan terkait dorongan tersebut. Jika maju, ia akan bersaing dengan sejumlah kandidat kuat, seperti mantan Presiden Cile Michelle Bachelet dan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi. Bachelet kemungkinan akan diveto AS, sementara Grossi, yang berasal dari Argentina, diperkirakan sulit mendapat restu Inggris.
Dorongan Trump ini mengubah prediksi bahwa kursi Sekjen PBB akan kembali ke kawasan Amerika Latin atau Karibia, yang terakhir diwakili Javier Perez de Cuellar dari Peru pada 1982-1991. Namun, beberapa sumber mengatakan rotasi geografis tidak serta-merta menghalangi Infantino, apalagi jika ia juga dinominasikan oleh pihak lain.
Artikel Terkait
AS Siapkan Tarif Baru untuk 60 Negara, Gantikan Bea Masuk Global 10 Persen
Trump Dorong Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB
Presiden LaLiga Desak Infantino Mundur dari FIFA, Sebut Integritas Sepak Bola Terancam
Presiden LALIGA Desak Infantino Mundur, FIFA Dituding Hancurkan Sepak Bola