Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan tersebut pada Rabu (22/7). Alasan utama yang disampaikan adalah kondisi kesehatannya yang memerlukan perawatan jantung di luar negeri.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat," tulis Nanik di akun media sosial Facebook.
Meski mundur, ia mengaku tetap diminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengawasi program makan bergizi gratis (MBG). "Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," ujarnya.
Harta Kekayaan Rp6,3 Miliar
Berdasarkan laporan harta kekayaan yang disampaikan saat awal menjabat di Kabinet Merah Putih sebagai Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan pada Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) pada 17 Januari 2025, Nanik tercatat memiliki total kekayaan Rp6.303.290.605 atau Rp6,3 miliar.
Harta tersebut terdiri dari tanah dan bangunan sebanyak delapan bidang yang tersebar di Bekasi dan Depok, dengan nilai Rp5.402.000.000 atau Rp5,4 miliar. Selain itu, ia juga memiliki tiga unit kendaraan: mobil BMW 520I CKD tahun 2014, Toyota Avanza tahun 2007, dan Toyota Fortuner tahun 2013, yang total nilainya mencapai Rp705 juta. Sisanya, sebesar Rp196.290.605, berupa kas dan setara kas.
Artikel Terkait
Wamentan Sudaryono Dikabarkan Gantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
Charles Honoris Soroti Tata Kelola MBG Usai Nanik Mundur dari Kepala BGN
Dari Anak Petani ke Lingkar Kekuasaan: Jejak Sudaryono yang Kembali Masuk Bursa Kepala BGN
Komisi IX DPR Minta Pemerintah Segera Tunjuk Kepala BGN Baru Usai Nanik Mundur