Hari Anak Nasional 2026: Upacara Bendera dan Amanat Menteri PPPA

- Rabu, 22 Juli 2026 | 11:15 WIB
Hari Anak Nasional 2026: Upacara Bendera dan Amanat Menteri PPPA

Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 jatuh pada 23 Juli 2026. Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengimbau penyelenggaraan upacara bendera di seluruh Indonesia. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri PPPA Nomor 2 Tahun 2026.

Upacara akan digelar pada Kamis, 23 Juli 2026. Rangkaian acara meliputi pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pembukaan UUD 1945, pembacaan teks Pancasila, pembacaan amanat Menteri PPPA, dan pembacaan doa.

Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi menyampaikan amanat bertajuk "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki hak berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya.

"Lindungi adalah kewajiban seluruh pihak untuk memastikan anak terbebas dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, perundungan, baik di dunia nyata maupun ruang digital," ujar Arifah dalam naskah amanat yang dibacakan.

Ia mengajak semua elemen bangsa bergotong royong melindungi anak, dimulai dari keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, hingga pemerintah. Anak juga didorong berperan aktif dengan berani menyampaikan pendapat dan saling menjaga.

"Bangun Masa Depan mengandung pesan bahwa investasi terbaik bangsa ini bukan semata-mata pada pembangunan infrastruktur, melainkan pada setiap anak Indonesia," tambahnya.

Peringatan HAN tahun ini mengusung kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) sebagai gerakan kolaboratif menciptakan lingkungan aman dan ramah anak. Tagline "Sayang Anak Sayang Indonesia" dan tagar HariAnakNasional2026 serta SayangAnakSayangIndonesia digaungkan untuk memperluas pesan perlindungan anak di ruang digital.

Nilai dasar yang diusung meliputi Berakhlak Mulia, Bahagia, Peduli, Berani, Cerdas, Solidaritas, Aman, dan Bertanggung Jawab. Penyelenggaraan HAN juga berpegang pada lima prinsip: ramah anak, desentralisasi, apresiatif, partisipatif dan kolaboratif, serta berdampak.

Arifah menutup amanat dengan pesan kepada anak-anak Indonesia. "Kalian berhak untuk aman dan bahagia, di rumah, di sekolah, di ruang publik, maupun di dunia digital. Jika suatu saat kalian merasa tidak nyaman, mengalami kekerasan, atau melihat teman kalian mengalaminya, jangan diam. Ceritakan kepada orang dewasa yang kalian percaya, atau hubungi layanan SAPA 129. Negara akan selalu hadir untuk kalian," pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags