Dubes Maroko Ungkap Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta untuk Indonesia

- Senin, 20 Juli 2026 | 23:18 WIB
Dubes Maroko Ungkap Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta untuk Indonesia

Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, mengungkapkan bahwa nama Presiden pertama RI Soekarno diabadikan sebagai salah satu jalan utama di ibu kota Rabat. Jalan tersebut dikenal sebagai Rue Soukarno dan terletak tidak jauh dari gedung parlemen Maroko. Hal itu disampaikan Dubes Houssaini saat bertemu dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/7).

"Lokasi jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen. Jadi jalan ini sangat terkenal. Ini sebagai sebuah tanda cinta dari Maroko," jelas Dubes Houssaini. "Terima kasih banyak," balas Megawati sambil tersenyum.

Hubungan Indonesia dan Maroko telah terjalin sejak kunjungan bersejarah Soekarno ke Rabat pada 2 Mei 1960. Saat itu, Soekarno disambut langsung oleh Raja Mohammed V. Pengabdian nama jalan tersebut juga merupakan bentuk penghormatan atas dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan bangsa-bangsa Afrika melalui Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada 1955.

Dalam pertemuan itu, Dubes Houssaini menyampaikan undangan kepada Megawati untuk berkunjung ke Maroko. "Saya berkeinginan dan berharap agar Ibu Megawati dapat berkunjung ke Maroko. Kami akan menyiapkan program yang sesuai untuk Ibu Megawati," ujarnya. Dubes juga menekankan banyaknya kesamaan antara kedua negara dan kerja sama bilateral yang telah lama terjalin di bidang perdagangan, ekonomi, budaya, dan pendidikan.

Megawati menanggapi bahwa banyak pelajar Indonesia menempuh pendidikan di Maroko, terutama dalam studi Islam dan Arab. Dubes Houssaini menambahkan bahwa Maroko memiliki salah satu universitas tertua di dunia yang dibangun pada abad ke-9 oleh Fatima al-Fihri. "Ada beberapa mahasiswa Indonesia yang belajar di sana, terutama di bidang studi Islam dan Arab," jelasnya.

Megawati menyebut Maroko sebagai salah satu negara Timur Tengah yang relatif terbuka. "Maroko sebagai sebuah negara muslim relatif lebih terbuka dibandingkan negara-negara Islam di Timur Tengah dan Afrika," katanya. Ia juga menyebutkan bahwa setiap tahun Maroko memberikan puluhan beasiswa kepada warga Indonesia.

Megawati pun menyampaikan harapannya agar negara-negara Asia dan Afrika dapat kembali berkumpul dan berperan sebagai kekuatan dunia ketiga. "Jika pada awal berdirinya hanya diikuti oleh 26 negara, saat ini pastinya dapat diikuti oleh lebih dari 100 negara dari Asia dan Afrika," harapnya.

Masih dalam suasana Piala Dunia, Dubes Maroko menjelaskan bahwa Maroko akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030. Kedua tokoh juga berbincang mengenai energi hijau, dampak pemanasan global, ketahanan pangan, dan topik hangat lainnya.

Di akhir kunjungan, Dubes Maroko menyerahkan sebuah bingkai berisi foto kunjungan Soekarno ke Maroko. Megawati tampak terharu dan mengucapkan apresiasinya. Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi Ketua DPP Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, serta Direktur Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags