Pemerintah memastikan harga beras di Papua Selatan masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sebuah capaian yang ditopang oleh meningkatnya produksi padi lokal melalui program Optimasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Kabupaten Merauke, Martha Bayu, mengungkapkan hasil pemantauan selama tiga bulan terakhir menunjukkan harga beras premium maupun medium di pasar Merauke masih berada di bawah batas HET yang ditetapkan pemerintah.
"Untuk HET beras premium di Papua Selatan sebesar Rp15.800 per kilogram dan beras medium Rp13.500 per kilogram. Dari hasil pemantauan kami selama tiga bulan terakhir, harga beras di pasar Merauke masih berada di bawah HET, baik premium maupun medium," ujar Martha dalam keterangan resminya, Rabu (24/6/2026).
Menurut Martha, peningkatan produksi padi lokal telah berdampak langsung terhadap ketersediaan dan keterjangkauan beras di wilayah tersebut. Sebelum program Oplah dan Cetak Sawah Rakyat berjalan, harga beras di sejumlah daerah Papua Selatan, khususnya wilayah yang sulit dijangkau, kerap mengalami lonjakan. Ia menambahkan, harga beras di beberapa wilayah luar Merauke pernah mencapai Rp26.500 per kilogram.
“Sebelum adanya program ini, harga beras di beberapa wilayah cukup tinggi, bahkan pernah mencapai Rp26.500 per kilogram. Setelah kegiatan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat berjalan, sekarang harga beras yang banyak dijual di lapak-lapak berada di kisaran Rp12.000 hingga Rp15.500 per kilogram,” kata Martha.
Martha menilai program yang dijalankan Kementan telah membantu masyarakat dari sisi ketersediaan maupun akses terhadap pangan. Pasokan beras di lapangan saat ini dinilai cukup sehingga mampu menjaga stabilitas harga. Saat ini, harga beras yang dijual di Kota Merauke umumnya berada pada rentang Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram, bergantung pada kualitas dan mutu beras yang dipasarkan.
Meski demikian, Martha menjelaskan masih terdapat sejumlah wilayah terluar yang mencatat harga beras lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan. Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan, melainkan tingginya biaya distribusi menuju daerah yang sulit dijangkau.
“Kalau semakin jauh dari pusat distribusi, harga akan mengikuti biaya angkutan. Untuk daerah yang distribusinya melalui jalur laut, harga beras bisa berada pada kisaran Rp20.000 sampai Rp25.000 per kilogram,” katanya.
Artikel Terkait
Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Rabu, Hanya Pelat Genap Boleh Melintas
Bupati Bantaeng Akui Suka Prancis, tapi Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026
Mendikdasmen Sebut Soeharto Berjasa Besar dalam Mencerdaskan Bangsa, Soroti Beasiswa Supersemar dan SD Inpres
Minat Wisatawan China ke Indonesia Melonjak 44 Persen, Geser Jepang dari Lima Besar