Kado Ulang Tahun dan Sejarah Baru di Balik 76 Calon Paskibraka Nasional

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Kado Ulang Tahun dan Sejarah Baru di Balik 76 Calon Paskibraka Nasional

Sebanyak 76 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kini menjalani pembinaan dan pelatihan tingkat nasional untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di antara mereka, ada cerita perjuangan yang berbeda-beda, termasuk dua nama yang berhasil menembus seleksi ketat dari daerahnya masing-masing: Mirza Rafi Navazani dari Sintang, Kalimantan Barat, dan Angelica Theona Putri dari Bondowoso, Jawa Timur.

Bagi Mirza, pengumuman kelulusan menjadi hadiah ulang tahun yang datang lebih awal. Pengumuman itu disampaikan pada 22 Juni, tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang jatuh pada 23 Juni. Siswa SMA Negeri 1 Sintang itu mengaku berteriak kegirangan saat namanya muncul dalam daftar calon Paskibraka nasional.

“Saya langsung teriak sekali dan itu kemarin pengumuman tepat tanggal 22 dan tanggal 23-nya saya ulang tahun. Jadi itu kado juga mungkin,” kata Mirza saat ditemui di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8).

Perjalanan menuju tingkat nasional tidak singkat. Mirza harus melewati seleksi berjenjang, mulai dari sekolah, kabupaten, provinsi, hingga verifikasi di tingkat pusat. Meski pelatihan jauh dari rumah terasa berat, ia mengaku tidak pernah berpikir untuk menyerah. Rasa rindu kepada keluarga di kampung halaman kadang muncul, tetapi itu tidak menyurutkan tekadnya.

“Kalau saya nyerah di sini mungkin nggak ada. Tapi hanya kangen orang rumah,” ujar Mirza.

Sementara itu, Angelica mencatat sejarah bagi daerahnya. Ia menjadi calon pertama dari Kabupaten Bondowoso yang berhasil menembus seleksi Paskibraka nasional. Siswi SMA Negeri 1 Tenggarang itu mengaku momen kelulusannya terasa istimewa dan membahagiakan.

“Lebih tepatnya lagi di kabupaten saya baru pertama kali ada yang bisa tembus sampai di nasional dan saya baru pertama kali,” tuturnya.

Kabar kelulusan itu pun disambut histeris oleh Angelica. Ia juga mendapat dukungan penuh dari sekolahnya yang ikut menonton pengumuman secara bersama-sama. “Untuk saya sendiri saya sangat senang karena kayak histeris banget di rumah. Karena sekolah juga ternyata sangat mengapresiasi saya, kayak nonton bareng-bareng pengumumannya. Dan ternyata puji Tuhan saya bisa lulus,” jelasnya.

Kini, Mirza dan Angelica sama-sama membawa harapan dari daerah asal. Mirza ingin pengalaman ini membentuknya menjadi pribadi yang lebih disiplin dan bisa menjadi teladan ketika kembali ke Kalimantan Barat. “Semoga saya setelah mengikuti diklat di sini, saya mempunyai kepribadian yang disiplin dan dapat menjadi role model,” tuturnya.

Angelica pun memiliki harapan serupa. Ia ingin menjadi lebih mandiri, peduli terhadap sekitar, dan mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Ke depannya saya bisa lebih menerapkan sikap saya untuk lebih mandiri lagi dan juga lebih care sama sekitar saya dan juga menerapkan kelima sila Pancasila,” pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags