Pemerintah Targetkan Transaksi Rp30 Triliun dari Program Diskon Belanja Dorong Daya Beli Masyarakat

- Senin, 22 Juni 2026 | 17:50 WIB
Pemerintah Targetkan Transaksi Rp30 Triliun dari Program Diskon Belanja Dorong Daya Beli Masyarakat

Pemerintah terus menggelar berbagai program diskon dan stimulus belanja sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ketidakpastian ekonomi global. Langkah ini diambil melalui Kementerian Perdagangan yang tidak hanya fokus pada stabilitas harga, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di dalam negeri.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, yang akrab disapa Busan, menyatakan bahwa salah satu program unggulan yang dijalankan adalah BINA Holiday and Back to School. Program diskon ini digelar di ritel modern pada periode Juni hingga Juli. “Kita ingin terus menjaga pasar ini berjalan dengan baik, salah satunya banyak kegiatan yang kita lakukan,” ujarnya saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin (22/6/2026).

Program tersebut melibatkan sekitar 414 department store dengan total 80.000 gerai yang tergabung dalam Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia atau Hippindo. Dari kegiatan ini, pemerintah menargetkan nilai transaksi mencapai Rp30 triliun. “Ini pada bulan Juli yang melibatkan sekitar 414 department store dengan gerai sekitar 80.000, di bawah anggota Hippindo dan transaksinya diharapkan sekitar Rp30 triliun,” kata Mendag Busan.

Di sisi lain, pemerintah juga mendukung pelaksanaan Jakarta Great Sale dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta. Program yang berlangsung pada Juni hingga Juli tersebut melibatkan 104 department store dengan target transaksi mencapai Rp16 triliun. Menurut Mendag Busan, berbagai program diskon ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga perputaran ekonomi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. “Kita ingin setiap bulan itu ada big sale di sini. Nah ini salah satu cara sebenarnya bagaimana kita terus menggerakkan ekonomi kita,” tuturnya.

Tidak hanya mengandalkan konsumsi domestik, pemerintah juga memperkuat kinerja ekspor sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Mendag Busan menyebut program UMKM Bisa Ekspor menunjukkan hasil yang positif sepanjang tahun ini. Tercatat, transaksi ekspor UMKM selama periode Januari hingga Mei 2026 telah mencapai USD193 juta. Angka tersebut melampaui capaian sepanjang tahun 2025 yang sebesar USD134 juta.

Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan platform digital untuk memperluas pemasaran produk dalam negeri. Revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 disebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan penjualan produk lokal melalui platform e-commerce. “Jadi semua dampak dari krisis global ini mudah-mudahan kita bisa mengatasi dengan cara kita. Jadi kita bareng-bareng baik pemerintah maupun masyarakat maupun pula perusahaan bagaimana cara menghidupkan ekonomi supaya bisa mengatasi permasalahan-permasalahan krisis global yang sekarang terjadi,” tutup Mendag Busan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar