Lamine Yamal Kenakan Sepatu Bermotif Bendera Maroko dan Guinea Ekuatorial di Laga Perdana Piala Dunia 2026

- Senin, 22 Juni 2026 | 16:00 WIB
Lamine Yamal Kenakan Sepatu Bermotif Bendera Maroko dan Guinea Ekuatorial di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Sorotan kamera dalam laga Piala Dunia 2026 menangkap detail kecil namun sarat makna pada sepatu Lamine Yamal. Dua bendera berbeda tampak jelas menghiasi Adidas F50 miliknya saat ia berlaga, tetapi bukan bendera Spanyol yang terpampang di sana. Padahal, Yamal tengah membela La Roja di panggung terbesar sepak bola dunia. Simbol itu justru menjadi penanda kisah keluarga yang lebih personal dan emosional.

Ketika Yamal berlaga, Spanyol menang meyakinkan 4-0 atas Arab Saudi di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta. Publik pun menangkap keunikan dari sepatu yang ia kenakan. Sepatu Adidas F50 tersebut memiliki desain khusus dengan dua bendera negara: Maroko dan Guinea Ekuatorial. Meski tampil untuk Spanyol, Yamal tetap membawa simbol kedua negara yang merupakan bagian dari garis keturunan keluarganya.

Ibunya berasal dari Guinea Ekuatorial, sedangkan ayahnya berdarah Maroko. Kedua latar belakang tersebut membentuk identitas yang ia bawa hingga level tertinggi sepak bola. Yamal lahir di Barcelona dan tumbuh besar sebagai bagian dari sistem sepak bola Spanyol. Namun, sebelum resmi berseragam La Roja, Maroko sempat mencoba membujuknya agar memilih memperkuat tim nasional Atlas Lions.

Upaya serupa juga dilakukan Guinea Ekuatorial. Presiden Federasi Sepak Bola Guinea Ekuatorial, Venancio Tomas Ndong Micha, bahkan pernah menyampaikan pandangannya pada 2024. “Negara kami memegang dia sangat dekat di hati kami dan berpikir dia akan melakukan banyak hal untuk sepak bola Guinea Khatulistiwa,” ujarnya.

Namun, Yamal akhirnya mantap memilih Spanyol sebagai karier internasionalnya. Ia menegaskan merasa sebagai orang Spanyol dan ingin membela negara kelahirannya. Keputusan itu kini berbuah hasil. Di usianya yang masih sangat muda, Yamal menjadi pemain penting bagi La Roja.

Laga debut starter Yamal di Piala Dunia 2026 berlangsung impresif dan penuh makna. Ia mencetak gol pembuka dalam kemenangan 4-0 atas Arab Saudi. Hasil itu membawa Spanyol kembali ke jalur kemenangan setelah sebelumnya ditahan Tanjung Verde. Gol tersebut juga menempatkannya dalam daftar pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia.

Di balik pencapaian itu, dua bendera di sepatunya menjadi simbol kuat perjalanan hidupnya. Ia tetap membawa akar Maroko dan Guinea Ekuatorial ke panggung dunia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags