PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, selaku Subholding Gas Pertamina, menyatakan komitmen penuh untuk bergotong royong dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam upaya memperluas akses gas bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui inovasi pemanfaatan gas bumi berbasis Compressed Natural Gas (CNG) clustering, masyarakat di Kabupaten Sleman kini mulai merasakan manfaat langsung dari penggunaan gas bumi yang dinilai aman, andal, dan efisien untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Keberhasilan implementasi skema CNG Clustering di Sleman sekaligus menjadi proyek percontohan yang ditinjau langsung oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, dalam kunjungan kerja pada Jumat pekan lalu. Dalam kesempatan tersebut, Yuliot memberikan apresiasi terhadap kesiapan PGN dalam menjalankan program jaringan gas (jargas) berbasis CNG di wilayah tersebut. Menurutnya, inovasi ini sejalan dengan langkah pemerintah yang terus mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi yang lebih bersih, efisien, dan bersumber dari dalam negeri guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026–2029, menargetkan pengembangan sekitar 350 ribu sambungan rumah per tahun dengan berbagai skema pendanaan. Yuliot menekankan bahwa penggunaan CNG dan jargas memberikan dampak efisiensi bagi rumah tangga, khususnya para ibu, karena dinilai lebih praktis dan aman. Di sisi lain, bagi pemerintah, program ini dapat mengurangi konsumsi LPG bersubsidi serta menekan beban subsidi dan impor energi.
“Penggunaan CNG dan jargas berdampak pada efisiensi Ibu-ibu rumah tangga, praktis dan aman. Sedangkan bagi Pemerintah dapat mengurangi konsumsi LPG Subsidi dan mengurangi beban subsidi dan impor LPG,” ujar Yuliot.
Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM serta para pemangku kepentingan atas dukungan terhadap implementasi CNG Clustering di Sleman. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi serupa dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia. Dengan skema CNG Clustering, gas bumi dapat didistribusikan secara aman dan andal ke jaringan distribusi rumah tangga tanpa harus menunggu keberadaan jaringan pipa transmisi utama.
“Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan, karena CNG yang bertekanan tinggi sekitar 200 bar telah disesuaikan dengan sistem cluster agar mengalir dengan aman ke dapur-dapur rumah tangga. Dengan pengawasan yang ketat dan teknologi pengaturan tekanan (PRS) yang andal, aliran gas bumi ke dapur-dapur dipastikan aman untuk penggunaan sehari-hari,” jelas Arief.
Arief menambahkan, kehadiran jargas membuat aktivitas memasak rumah tangga menjadi lebih praktis, efisien, dan tenang karena keamanannya terjaga. Selain itu, program ini merupakan langkah nyata untuk membantu pemerintah meringankan beban anggaran negara dengan mengurangi ketergantungan pada impor dan subsidi energi.
Hingga saat ini, PGN telah membangun lebih dari 4.500 Sambungan Rumah (SR) di Sleman dengan bentangan jaringan pipa distribusi sepanjang lebih dari 141 kilometer. Rata-rata penyaluran gas bumi kepada pelanggan Jargas Sleman mencapai sekitar 84 ribu meter kubik per bulan. Angka tersebut setara dengan pemanfaatan sekitar 64 metrik ton LPG setiap bulannya.
Pemanfaatan jargas di Sleman tidak hanya menyasar sektor rumah tangga, tetapi juga akan terus diperluas secara masif untuk memperkuat ekonomi lokal. Target perluasan mencakup sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), restoran, perhotelan, hingga fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. Dalam mengeksekusi layanan beyond pipeline ini, PGN mengoptimalkan sinergi bersama anak perusahaannya, PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), yang telah memiliki portofolio dalam pengelolaan distribusi gas non-pipa.
Saat ini, PGN melalui Gagas mengelola dan mengoperasikan 14 SPBG/Mother Station serta 4 Mobile Refueling Unit (MRU) yang telah menjangkau berbagai konsumen CNG di sektor transportasi, komersial, dan industri di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu pelanggan komersial yang telah menggunakan CNG adalah Rumah Makan Payakumbuah Yogyakarta, dengan pemakaian mencapai 2.000 hingga 2.300 meter kubik. Manfaat yang dirasakan adalah efisiensi biaya energi, di mana penggunaan CNG mampu menghemat biaya sekitar 30 hingga 33 persen dibandingkan energi sebelumnya.
“PGN telah memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan gas bumi, baik melalui jaringan pipa maupun moda non-pipa seperti CNG maupun LNG. Sebagai Subholding Gas Pertamina, kami siap mendukung langkah Pemerintah dalam merumuskan pemanfaatan implementasi CNG yang tepat sasaran dan berperan aktif dalam target diversifikasi energi nasional. Melalui sinergi yang erat, PGN berkomitmen untuk memastikan bahwa manfaat gas bumi dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Arief.
Artikel Terkait
Kemnaker Proyeksikan 3,88 Juta Lapangan Kerja Hijau Tercipta pada 2026
China Masukkan 10 Entitas AS ke Daftar Hitam Ekspor, Balas Kebijakan Washington
Petugas Bagikan Masker dan Obat ke Warga Terdampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Cipondoh
Perdana Menteri Belanda Minta Maaf Resmi atas Perlakuan Buruk terhadap Komunitas Maluku Selama 75 Tahun