Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan optimismenya terhadap jalannya pembicaraan kesepakatan dengan Amerika Serikat. Menurutnya, perjanjian yang tengah dirundingkan itu berpotensi memulihkan aset beku senilai enam miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp106 triliun yang saat ini berada di Qatar.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian di tengah upaya kedua negara untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan. Dalam keterangannya yang dikutip oleh kantor berita Tasnim, ia menegaskan bahwa seluruh ketentuan dalam nota kesepahaman yang telah disepakati menguntungkan pihak Iran.
“Semua ketentuan nota kesepahaman menguntungkan kita, dan keberhasilan pembicaraan dan negosiasi ini akan terbukti,” ujar Pezeshkian.
Ia juga menyoroti perubahan sikap dari Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya dikenal dengan kebijakan kerasnya terhadap Teheran. Pezeshkian mengklaim bahwa Trump, yang dalam pidato terbarunya sempat melarang berbagai aktivitas Iran, kini justru mengakui hak-hak bangsa Iran.
“Dana enam miliar dolar kita di Qatar akan dikembalikan,” tambahnya.
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari kesepakatan awal yang dirancang untuk meredakan ketegangan antara kedua negara. Sementara itu, aset beku tersebut sebelumnya menjadi salah satu titik sengketa utama dalam hubungan Iran-AS selama bertahun-tahun.
Artikel Terkait
Lebih dari Seribu Gempa Susulan Guncang Sigi Sepekan Pascagempa M6,7
Perampok Sekap Lansia 62 Tahun di Malang, Gasak Mobil Honda Jazz
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2026 Naik 5,7 Persen, Kota Bekasi Catat UMK Tertinggi Rp5,9 Juta
Dishub Sediakan Parkir Khusus Ojol di Gedung Usai Viral Penertiban di Jakarta Timur