Mathla’ul Anwar Teguhkan Komitmen di Pendidikan, Dakwah, dan Sosial untuk Pembangunan Bangsa

- Minggu, 21 Juni 2026 | 08:30 WIB
Mathla’ul Anwar Teguhkan Komitmen di Pendidikan, Dakwah, dan Sosial untuk Pembangunan Bangsa

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (MA), Jazuli Juwaini, menegaskan komitmen organisasi untuk memperkuat perannya di bidang pendidikan, dakwah, sosial, serta pembangunan bangsa. Pernyataan itu disampaikan dalam acara pelantikan Pengurus Besar Mathla’ul Anwar Masa Khidmat 2026–2031 yang berlangsung di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (20/6).

Dalam sambutannya, Jazuli menyampaikan penghargaan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan telah menyatakan kesediaan mengemban amanah organisasi. Menurut dia, ikrar yang dibacakan bukan sekadar seremoni, melainkan tekad kuat dan komitmen terhadap amanah perjuangan kepada Allah, organisasi, umat, dan bangsa.

Jazuli menekankan pentingnya meneguhkan jati diri Mathla’ul Anwar sebagai organisasi Islam yang sejak awal berdiri konsisten menjaga akidah ahlussunnah wal jamaah. Organisasi ini, lanjutnya, mengemban tiga risalah utama, yaitu pendidikan, dakwah, dan sosial. Di bidang pendidikan, MA berupaya mencerdaskan masyarakat serta melahirkan generasi yang berkarakter, kompeten, dan memiliki daya saing di tingkat nasional, regional, maupun global.

Sementara itu, dalam bidang dakwah, MA berkomitmen menyebarkan Islam rahmatan lil ‘alamin yang menghadirkan kedamaian, kesejukan, ketenangan, dan kemuliaan bagi umat. Jazuli menjelaskan, dakwah dilakukan dengan pendekatan yang bijaksana, penuh kearifan, dan melalui nasihat yang baik.

“Dalam bidang sosial, Mathla’ul Anwar sejak awal berdiri telah menanamkan nilai kepekaan dan kepedulian sosial, menghormati pranata-pranata sosial yang berkembang di masyarakat, serta menjadikan budaya sebagai sarana komunikasi dan penguatan hubungan sosial,” papar Jazuli.

Dia juga menegaskan komitmen organisasi dalam menjaga persatuan umat, kemanusiaan, dan kebangsaan melalui penguatan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah wathaniyah. Menurut Jazuli, persatuan menjadi modal penting untuk mewujudkan umat yang bermartabat serta negara yang kuat dan berwibawa. Di sisi lain, MA menyatakan dukungannya terhadap pembangunan nasional di berbagai bidang dan siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah serta seluruh komponen bangsa demi kemajuan Indonesia.

Pada masa khidmat 2026–2031, Pengurus Besar MA akan memfokuskan diri pada sejumlah agenda transformasi strategis. Pertama, transformasi tata kelola organisasi agar lebih profesional, modern, dan akuntabel. Kedua, peningkatan kualitas pendidikan di seluruh lembaga pendidikan MA. Ketiga, penguatan sistem kaderisasi untuk melahirkan kader-kader yang siap menjadi pemimpin di berbagai level dan bidang kehidupan. Keempat, pengokohan eksistensi dan kontribusi MA dalam pembangunan umat, bangsa, dan negara.

Lebih lanjut, Jazuli mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bekerja secara sungguh-sungguh, menjaga semangat kebersamaan, serta menjadikan kepengurusan baru sebagai momentum memperkuat peran MA dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Mari jadikan amanah ini sebagai ladang pengabdian dan perjuangan untuk kemajuan umat, bangsa, dan negara, serta untuk memperkuat peran Mathla’ul Anwar dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berkeadilan, dan bermartabat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jazuli juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Jabar Dedi Mulyadi beserta jajaran, serta Pemerintah Kabupaten Purwakarta atas dukungan terhadap penyelenggaraan rapat kerja dan pelantikan pengurus PB MA di Gedung Pakuan. Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta Saiful Bahri, Bupati Bandung Dadang Supriatna, serta seluruh pimpinan dan pengurus PB MA dan Muslimat MA.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar