Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di Patung Kuda, Tantang Wamentan Sudaryono Debat Terbuka

- Jumat, 19 Juni 2026 | 16:25 WIB
Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di Patung Kuda, Tantang Wamentan Sudaryono Debat Terbuka

Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Persatuan Indonesia menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Jumat, 19 Juni 2026. Aksi tersebut digelar dengan tuntutan utama agar pemerintah bersedia membuka ruang dialog dan berdiskusi secara terbuka dengan kalangan akademisi.

Pantauan di lokasi menunjukkan massa aksi menggunakan almamater masing-masing dan berkumpul dipandu oleh satu mobil komando. Mereka berasal dari belasan perguruan tinggi, di antaranya Universitas Ibnu Chaldun, Universitas Jayabaya, Universitas Bina Insani, Sekolah Tinggi Ilmu Perbankan, Universitas Nahdlatul Ulama, Universitas Islam Asy-Syafiiyah, Universitas Krisnadwipayana, Universitas Islam Jakarta, Universitas PTIQ, STAI Sadra, STAI Al-Hikmah, dan Universitas Cendekia Abditama.

Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa Universitas Jayabaya sekaligus juru bicara Aliansi BEM Persatuan Indonesia, Maulana Sai, menantang Wakil Menteri Pertanian Sudaryono untuk hadir dalam forum diskusi terbuka. Tantangan itu muncul setelah pernyataan sang wakil menteri yang disebut membuka ruang debat dengan mahasiswa.

“Kami secara tegas menantang beliau untuk hadir di forum diskusi secara terbuka. Kami juga membuka ruang dialog kepada pemerintah yang ingin berdebat langsung dengan mahasiswa,” ujar Maulana di lokasi aksi.

Selain menuntut dialog, aliansi mahasiswa juga mendesak pemerintah mengevaluasi sejumlah kebijakan strategis yang dinilai memerlukan pengawasan lebih ketat, terutama dari sisi penggunaan anggaran. Maulana menyoroti program-program populis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kabinet Kerja Merah Putih.

“Karena penggunaan anggaran yang sangat besar, maka kami patut mengevaluasi program-program tersebut bersama-sama,” tegasnya.

Sementara itu, pernyataan Wamentan Sudaryono yang menjadi pemicu aksi bermula dari insiden dalam agenda diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, Sudaryono datang bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Budiman Sudjatmiko dengan niat berdialog secara terbuka dan demokratis.

Namun, jalannya diskusi terganggu ketika sekelompok mahasiswa merangsek masuk sambil membawa pengeras suara dan membunyikan sirene. Peristiwa itu terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Sudaryono menjelaskan bahwa acara di UGM sudah direncanakan sejak lama dan telah mendapat izin dari pihak kampus. Ia menegaskan bahwa kedatangannya bersama para menteri adalah untuk berdialog, bukan untuk hal lain.

“Kami datang ke UGM memang untuk berdiskusi. Ini bukan kegiatan pertama semacam ini,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Selasa, 16 Juni 2026.

Sudaryono juga menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa yang telah hadir dengan niat baik namun tidak dapat mengikuti forum secara optimal akibat situasi yang terjadi. Ia menyatakan kesiapan untuk kembali diundang, baik di Yogyakarta maupun Jakarta.

“Saya minta maaf kepada adik-adik mahasiswa yang sebetulnya ingin berdialog secara baik. Kami siap jika diundang kembali. Yang penting kita berdiskusi,” katanya.

Menutup pernyataannya, Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa pemerintah bersikap demokratis dan terbuka terhadap kritik maupun masukan.

“Atas dasar cinta kepada negara, kami siap berdialog dengan siapa pun,” pungkasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini