Frans Antony, buronan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang masuk dalam jaringan gembong narkoba Fredy Pratama, akhirnya berhasil ditangkap di Malaysia dan tiba di markas Bareskrim pada Jumat sore. Pria yang didudukkan sebagai pengendali keuangan dalam bisnis gelap narkoba itu tiba di gedung Bareskrim Polri pukul 15.35 WIB dalam kondisi dikawal ketat oleh aparat.
Saat tiba, tangan Frans tampak diborgol. Ia mengenakan kaus hitam dan celana bahan abu-abu, terus menunduk sejak diturunkan dari kendaraan. Frans dibawa dari Malaysia ke Jakarta bersama istrinya. Keduanya tidak mengucapkan sepatah kata pun ketika memasuki gedung.
Frans Antony merupakan kaki tangan Fredy Pratama yang dipercaya mengelola aliran dana dari peredaran narkoba. Keduanya diketahui merupakan teman satu sekolah menengah atas di Kalimantan Selatan. “Frans Antony merupakan pengendali keuangan jaringan Fredy Pratama,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, kepada wartawan. “Frans Antony merupakan orang terdekat Fredy Pratama dan pernah satu SMA di Kalsel,” lanjutnya.
Sementara itu, kronologi penangkapan serta peran lebih rinci dari Frans dijadwalkan disampaikan langsung oleh Brigjen Eko pada sore hari yang sama di gedung Bareskrim Polri. Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam membongkar jaringan narkoba yang dikendalikan Fredy Pratama, meskipun lokasi persembunyian sang gembong utama masih belum diketahui.
Fredy Pratama sendiri merupakan buron kelas kakap yang disebut sebagai pengendali 10,2 ton sabu di Indonesia. Pria yang dijuluki ‘The Secret’ atau ‘The Cassanova’ ini mulai berkecimpung dalam bisnis narkoba sejak 2009. Ia diklaim sebagai satu-satunya importir yaba, yakni sabu dalam bentuk pil yang berasal dari Thailand.
Fredy diketahui telah melarikan diri ke Thailand sejak 2014 dan masih terus diburu. Untuk menghindari pengejaran aparat, ia beberapa kali melakukan operasi plastik. Informasi lain menyebutkan bahwa Fredy menikah dengan perempuan Thailand yang merupakan anak dari bos kartel narkoba di kawasan Segitiga Emas atau Golden Triangle.
Artikel Terkait
MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Dinilai Jadi Katalis Positif Aliran Dana Asing
Kebakaran Rumah di Kemayoran, 18 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Pendinginan
Dua Kapal Perang Jerman Mulai Melintasi Terusan Suez Menuju Persiapan Misi Sapu Ranjau di Selat Hormuz
Pemain Qatar Minta Maaf Langsung ke Ruang Ganti Usai Tekel Keras Patahkan Kaki Bintang Kanada