Gubernur Jateng Sebut Iklim Investasi Kondusif, Realisasi Capai Rp110 Triliun pada 2025

- Jumat, 19 Juni 2026 | 07:50 WIB
Gubernur Jateng Sebut Iklim Investasi Kondusif, Realisasi Capai Rp110 Triliun pada 2025

Para pengusaha yang tergabung dalam kegiatan Disway Explore Business with Dahlan Iskan Central Java Series mendapat sambutan langsung dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Kamis malam. Dalam pertemuan tersebut, Luthfi menyampaikan apresiasi atas kedatangan rombongan yang hendak melakukan studi komparatif. Menurutnya, iklim investasi di Jawa Tengah saat ini sangat kondusif dan didukung oleh berbagai faktor penunjang yang saling memperkuat.

“Sudah saya paparkan bahwa Jawa Tengah ini menarik hati. Kalau tidak investasi di Jawa Tengah akan rugi,” ujar Luthfi dalam keterangan resminya, Jumat (19/6/2026).

Berdasarkan data tahun 2025, realisasi investasi di provinsi ini mencapai Rp110,02 triliun. Angka tersebut terus menunjukkan tren positif. Pada triwulan pertama tahun 2026 saja, realisasi investasi sudah menembus Rp23 triliun, ditambah dengan tambahan sekitar Rp15 triliun untuk pengembangan industri kendaraan listrik terintegrasi di Kendal.

Kondisi itu juga didukung oleh keberadaan sejumlah kawasan industri eksisting yang tersebar di berbagai daerah. Beberapa di antaranya adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kawasan Industri Kendal, serta kawasan industri di Semarang dan Demak. Bahkan, tercatat sudah sekitar 12 daerah yang mengajukan pembentukan kawasan industri maupun kawasan ekonomi baru.

Di sisi lain, jumlah unit usaha di Jawa Tengah tercatat mencapai 4,93 juta unit. Rinciannya, usaha besar dan menengah sebanyak 56.286 unit, sementara Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai sekitar 4,8 juta unit. Sejumlah pelaku usaha di antaranya bahkan telah melakukan ekspor produk ke berbagai negara.

Sementara itu, pelopor acara, Dahlan Iskan, menilai kondisi Jawa Tengah saat ini sudah jauh berkembang dibandingkan beberapa tahun lalu. Menurutnya, kemajuan itu terlihat dari infrastruktur yang semakin baik, termasuk hadirnya kawasan industri di sepanjang Pantai Utara Jawa Tengah. Ia menambahkan, dukungan infrastruktur dan iklim investasi yang kondusif menjadi daya tarik utama bagi para investor.

“Kondusivitas wilayah dan dukungan pemerintah daerah yang baik juga menjadi faktor banyak pengusaha menaruh kepercayaan untuk berinvestasi di Jawa Tengah,” ujar Dahlan.

Oleh karena itu, Dahlan membawa puluhan pengusaha untuk berkunjung ke sejumlah perusahaan besar di Jawa Tengah. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, tiga perusahaan telah didatangi, yakni Halo BCA di Semarang, pabrik mebel yang telah mengekspor produknya ke seluruh dunia, serta pabrik Polytron yang memproduksi alat elektronik dan mulai meningkatkan produksi sepeda motor listrik.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar