Kembalinya Darije Kalezic ke kursi pelatih PSM Makassar dinilai membuka peluang besar bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Pelatih asal Bosnia dan Herzegovina itu dikenal memiliki kedekatan khusus dengan talenta muda, sebuah fakta yang pernah ia akui sendiri. Menurut Kalezic, pemain muda memiliki semangat juang dan kondisi fisik yang masih prima, menjadikan mereka aset berharga dalam skuad.
Pada musim kompetisi 2018/2019, Kalezic membuktikan pernyataan tersebut dengan memberikan menit bermain yang signifikan kepada pemain muda di PSM Makassar. Banyak di antara mereka yang bahkan berhasil menembus skuad inti. Sejumlah nama yang kini menjadi pilar penting tim, seperti Rizky Eka Pratama, Muhammad Arfan, Hilmansyah, dan Reza Arya Pratama, mulai mendapatkan kepercayaan di era kepelatihannya. Nama-nama kondang lain seperti Ezra Walian, Reva Adi Utama, Asnawi Mangkualam Bahar, dan Firza Andika juga pernah bermain di bawah asuhannya.
Saat ini, PSM Makassar memiliki beberapa pemain potensial hasil didikan akademi, di antaranya Ronaldo Kaka, Gala Pagamo, dan Ardiansyah. Kehadiran Kalezic kembali menjadi angin segar bagi mereka untuk unjuk gigi di level tertinggi. Anggota Komunitas VIP Utara (KVU), Sulyadi Abbas, menilai bahwa kembalinya pelatih berusia 55 tahun itu merupakan momentum emas bagi regenerasi pemain.
“Iya, kita memang banyak melihat pemain muda waktu itu. Banyak yang diorbitkan oleh Coach Darije Kalezic dan mendapat menit bermain yang cukup,” ujar Sulyadi.
Ia menambahkan, melihat komposisi PSM musim lalu, besar kemungkinan akan terjadi perpaduan antara pemain senior dan pemain muda. Menurutnya, kombinasi ini penting untuk menjaga stabilitas tim sekaligus mempertahankan semangat juang di lapangan.
“Kalau kita lihat musim lalu, beberapa pemain senior sepertinya akan dipertahankan manajemen. Nah ini akan bagus kalau pemain senior dipadukan dengan pemain muda, antara pengalaman dan spirit,” terangnya.
Pengamat sepak bola, Budiardjo Thalib, sependapat dengan pandangan tersebut. Ia menekankan bahwa komposisi ideal dalam sebuah klub sepak bola adalah perpaduan antara pemain senior dan pemain muda. Keduanya, menurut dia, saling melengkapi. Pemain senior berperan sebagai pemimpin di lapangan yang mengatur tempo permainan, sementara pemain muda menjadi pilar kekuatan berkat semangat dan fisik yang prima.
“Memang di dalam klub sepak bola harus begitu. Karena kalau pemain muda semua, emosi masih sulit terkontrol, egonya masih tinggi, jadi berdampak pada pengambilan keputusan. Makanya harus ada pemain senior juga yang menjadi leader di dalam lapangan,” ucapnya.
Budiardjo, yang pernah membawa Persik Kediri kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, menilai PSM Makassar bisa menjadi kekuatan yang diperhitungkan jika kombinasi tersebut terwujud. Apalagi, pelatih baru mereka bukanlah wajah asing bagi klub.
“PSM menurut saya bisa bicara banyak kalau komposisi itu terwujud. Apalagi pelatihnya kan bukan orang baru, sudah mengenal betul seperti apa PSM. Jadi ini tidak akan sulit lah sepertinya,” ucapnya.
Artikel Terkait
AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Kembali Dibuka
Marc Marquez Pilih Hati-Hati di MotoGP Brno Usai Kemenangan Perdana di Hungaria
Bank Amar Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, Bagikan Dividen Rp110,1 Miliar
Pemerintah Belum Pastikan Penurunan Harga BBM Nonsubsidi Meski Harga Minyak Dunia Turun Akibat Damai AS-Iran