TP PKK Makassar Latih Kader Olah Limbah Rumah Tangga Jadi Eco Enzyme, Sabun, dan Lilin Bernilai Ekonomi

- Kamis, 18 Juni 2026 | 21:30 WIB
TP PKK Makassar Latih Kader Olah Limbah Rumah Tangga Jadi Eco Enzyme, Sabun, dan Lilin Bernilai Ekonomi

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar menggandeng komunitas Artani dalam sebuah pelatihan yang mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan yang dikemas dalam praktik langsung ini meliputi pembuatan eco enzyme, sabun cuci berbahan dasar eco enzyme, serta lilin dari minyak jelantah, sebagai langkah konkret mendorong kemandirian finansial ibu rumah tangga.

Mengusung tema “Modifikasi Limbah Jadi Rupiah: Rahasia Ibu Rumah Tangga Mandiri Finansial”, pelatihan ini merupakan program kerja Pokja II TP PKK Kota Makassar. Acara berlangsung di Auditorium PKK Kota Makassar pada Kamis, 18 Juni 2026, dan diikuti oleh para kader PKK yang berasal dari berbagai kecamatan di wilayah kota tersebut.

Selain dihadiri para peserta, jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap program peningkatan keterampilan kader. Dukungan ini dinilai penting agar para kader mampu mengelola limbah rumah tangga secara kreatif dan produktif.

Pada sesi pertama, peserta mendapat pelatihan pembuatan eco enzyme yang difasilitasi oleh Muhammad Sahir dari Artani. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan manfaat eco enzyme hingga tahapan pembuatannya dengan memanfaatkan sampah organik. Untuk memudahkan proses belajar, Artani telah menyiapkan seluruh bahan praktik, mulai dari kulit buah dan sayuran, gula merah, air, hingga wadah yang diperlukan.

Tidak berhenti di situ, peserta juga diperkenalkan pada praktik pembuatan sabun cuci yang berbahan dasar eco enzyme. Dalam sesi ini, fasilitator menjelaskan secara rinci cara mengolah cairan eco enzyme menjadi sabun cuci yang ramah lingkungan. Para peserta pun berkesempatan mempraktikkan langsung proses pencampuran bahan hingga menghasilkan produk yang siap digunakan.

Memasuki sesi kedua, perhatian beralih pada pengolahan minyak bekas atau minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang begitu saja setelah digunakan untuk memasak. Peserta diberikan edukasi mengenai teknik penyaringan minyak jelantah, proses pencampuran bahan, hingga tahapan pencetakan lilin agar menghasilkan produk yang aman dan memiliki nilai jual. Kesempatan untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan lilin pun diberikan kepada seluruh peserta.

Salah satu peserta, Kartini, kader TP PKK dari Kecamatan Panakkukang, mengaku sangat puas mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama kegiatan berlangsung.

“Bagus sekali, saya puas karena mendapatkan banyak pengetahuan. Baru kali ini saya tahu kalau eco enzyme bisa dibuat dari bahan-bahan yang gampang didapat di rumah. Saya jadi tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri,” ujar Kartini.

Ia juga mengaku baru menyadari bahwa minyak jelantah yang selama ini sering dibuang ternyata dapat dimanfaatkan menjadi lilin. Menurutnya, produk tersebut cukup bermanfaat dan memiliki nilai guna bagi keluarga.

“Biasanya minyak jelantah dibuang, sekarang ternyata bisa dibuat lilin. Saya mau coba membuatnya di rumah karena bisa digunakan dan juga berpotensi menjadi produk yang bernilai,” katanya.

Di sisi lain, peserta lainnya, Wati dari Kecamatan Rappocini, melihat adanya peluang bisnis dari produk-produk yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut. Menurutnya, eco enzyme dan lilin dari minyak jelantah memiliki potensi pasar yang cukup baik karena memanfaatkan bahan murah dan mudah diperoleh, serta sejalan dengan tren gaya hidup ramah lingkungan.

Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Andi Zubaedah Hafid, menegaskan bahwa pelatihan ini sejalan dengan upaya TP PKK dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan yang aplikatif. Ia menilai pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi merupakan langkah yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Kami berharap para kader tidak berhenti pada pelatihan ini saja, tetapi dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing. Jika ditekuni, keterampilan seperti membuat eco enzyme, sabun cuci, dan lilin dari minyak jelantah dapat menjadi peluang usaha yang mendukung kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mengurangi jumlah limbah rumah tangga,” tutur Zubaedah.

Sementara itu, Ketua Pokja II TP PKK Kota Makassar, Dra. Indrawaty, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada kader PKK. Tujuannya agar mereka mampu mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan bernilai jual. Menurutnya, kreativitas dalam mengelola limbah dapat menjadi salah satu cara mendukung ketahanan ekonomi keluarga.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bisa langsung diterapkan oleh para kader di rumah masing-masing. Harapannya, limbah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bahkan memiliki nilai ekonomi,” ujar Indrawaty.

Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya dibimbing untuk membuat produk ramah lingkungan, tetapi juga dibekali potensi untuk menciptakan sumber tambahan pendapatan bagi keluarga. Keterampilan yang diperoleh diharapkan mampu menjadi modal awal bagi para kader untuk memulai usaha kecil-kecilan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar