Pemkot Jaksel Libatkan Warga dan Pelajar Produksi Eco Enzyme untuk Kurangi Sampah Organik

- Kamis, 18 Juni 2026 | 18:16 WIB
Pemkot Jaksel Libatkan Warga dan Pelajar Produksi Eco Enzyme untuk Kurangi Sampah Organik

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menggencarkan program pembuatan pupuk eco enzyme sebagai langkah strategis untuk menekan volume sampah organik yang dihasilkan rumah tangga. Inisiatif ini melibatkan berbagai elemen komunitas dan pelajar dalam satu gerakan serentak yang bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Duta Eco Enzyme Jakarta Selatan, Nurul Azizah Syafrin, menjelaskan bahwa program tersebut mengajarkan warga cara mengolah sisa-sisa buah yang dicampur dengan molase menjadi cairan serbaguna. “Di sini kami diajarkan cara membuat eco enzyme yang dihasilkan dari sisa-sisa buah yang dicampur dengan molase,” ujarnya dalam keterangan yang diterima pada Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut Azizah, kegiatan ini dilakukan secara serentak oleh komunitas Sedulur Bunda Milenial, pelajar, dan unsur masyarakat lainnya. Ia menilai partisipasi lintas kelompok ini sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, baik di tingkat lokal maupun di seluruh wilayah Jakarta pada umumnya.

Proses pembuatan eco enzyme terbilang sederhana. Sampah organik rumah tangga dimasukkan ke dalam wadah, dicampur dengan air, dan didiamkan selama kurang lebih tiga bulan. “Nantinya, hasilnya akan sangat bermanfaat untuk kegiatan rumah tangga, seperti cairan pembersih lantai dan untuk membersihkan sungai agar aromanya tidak berbau,” ungkap Azizah.

Pemkot Jaksel bersama komunitas Sedulur Bunda Milenial berencana memperluas jangkauan kegiatan ini mulai dari tingkat kelurahan hingga ke tingkat RT dan RW. Langkah ini diambil agar masyarakat luas dapat turut serta menjaga kesehatan keluarga sekaligus melestarikan lingkungan. “Harapan saya, masyarakat dapat menggalakkan pembuatan eco enzyme ini dengan memanfaatkan limbah seperti molase dari limbah gula serta sisa-sisa buah. Mengingat sampah buah mudah ditemukan setiap hari, cara ini dapat membantu mengurangi pembuangan sampah organik dan menjaga lingkungan sekitar tetap bersih,” kata Azizah.

Pada pelaksanaan perdana, kegiatan tersebut diikuti sekitar 160 peserta secara langsung. Total pupuk eco enzyme yang berhasil dibuat mencapai 16 galon, menunjukkan antusiasme warga dalam mengelola limbah rumah tangga.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan, Iwan K. Santoso, menambahkan bahwa pembuatan eco enzyme merupakan gerakan masif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurut dia, inisiatif ini menjadi salah satu langkah konkret untuk mendukung Instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenai pemilahan dan pengurangan sampah langsung dari sumbernya. “Terkait instruksi gubernur mengenai pemilahan dan pengurangan sampah dari sumbernya, kami berharap warga mengikuti anjuran, saran, serta edukasi dan sosialisasi yang diberikan oleh Lurah dan Camat. Saat ini, di Jakarta Selatan, para Lurah dan Camat juga sedang gencar membuat ‘teba’ atau biopori jumbo,” kata Iwan.

Ia menekankan bahwa peningkatan kesadaran dalam pengelolaan sampah membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, terutama pengurus lingkungan dan warga. “Perlu diketahui bahwa pada Agustus nanti, kita hanya bisa membuang sepertiga dari volume normal ke Bantargebang, dan itu pun hanya untuk residu. Oleh karena itu, kami mohon bantuan dan dukungan seluruh warga untuk secara masif memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya,” ucap Iwan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar