Dunia kecantikan global berduka. Kendal Ascher, seorang eksekutif senior di perusahaan kosmetik Estée Lauder Companies, meninggal dunia pada usia 56 tahun setelah mengalami komplikasi serius akibat prosedur suntik filler kosmetik. Peristiwa tragis ini terjadi pada 25 Februari 2026 di New York, Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan terbaru dari pemeriksa medis Kota New York yang dirilis pekan ini, penyebab kematian Ascher adalah gagal napas akut yang dipicu oleh emboli paru. Kondisi tersebut terkait dengan keberadaan material asing di dalam tubuh yang diduga berasal dari prosedur filler kosmetik. Pemeriksa medis menyimpulkan bahwa kematian Ascher merupakan kecelakaan atau accidental death. Hasil investigasi itu telah disampaikan kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya, sebagaimana dilaporkan oleh New York Post.
Ascher dikenal sebagai sosok penting di industri kecantikan. Ia menjabat sebagai Vice President di Estée Lauder dan memiliki karier panjang di sektor produk kecantikan serta merek mewah. Kepergiannya mengejutkan banyak pihak, termasuk keluarganya sendiri.
Suami Ascher, William Howe, mengaku terkejut dengan hasil laporan medis tersebut. Menurutnya, ia tidak mengetahui bahwa sang suami pernah menjalani prosedur suntik filler sebelum meninggal dunia. Howe mengungkapkan bahwa sekitar lima bulan sebelum kejadian, mereka memang menjalani prosedur Botox bersama. Namun, ia menekankan bahwa Botox berbeda dengan filler karena tidak menggunakan bahan pengisi jaringan seperti yang biasa digunakan dalam prosedur estetika wajah.
"Sangat menyedihkan. Saya menyaksikannya langsung. Semuanya terjadi begitu cepat," kata Howe kepada media setempat.
Howe menceritakan kronologi kejadian secara rinci. Pada dini hari sebelum meninggal, Ascher baru saja selesai mandi dan mengeluhkan rasa pusing atau kepala terasa ringan. Karena tidak enak badan, ia sempat duduk untuk beristirahat. Setelah beberapa menit, Howe membantu Ascher berdiri untuk menuju kamar tidur. Namun, mereka hanya sempat berjalan beberapa langkah sebelum Ascher meminta berhenti.
"Dia berkata, 'Tunggu'," kenang Howe.
Tak lama setelah itu, tubuh Ascher tiba-tiba lemas dan jatuh tak sadarkan diri. Howe mengatakan tidak menemukan denyut nadi pada suaminya dan kondisinya langsung tidak responsif. "Semuanya terjadi dalam waktu sekitar delapan detik," ujarnya.
Emboli paru merupakan kondisi serius yang terjadi ketika pembuluh darah di paru-paru tersumbat, sehingga aliran darah dan pasokan oksigen terganggu. Dalam kasus tertentu, material asing yang masuk ke aliran darah dapat memicu penyumbatan dan berujung pada komplikasi fatal. Kasus meninggalnya Kendal Ascher menjadi perhatian publik karena menyoroti risiko yang dapat muncul dari prosedur estetika, meski umumnya tindakan tersebut dianggap aman jika dilakukan sesuai standar medis. Hingga kini, belum diungkap secara rinci kapan dan di mana prosedur filler yang diduga terkait dengan kematiannya dilakukan.
Artikel Terkait
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 16 Orang Sehari Setelah Gencatan Senjata Diperpanjang
Juru Parkir Lansia di Brebes Gagalkan Pencurian Rp3,6 M, Dapat Hadiah Umrah
Wakil Ketua MPR Desak PLN Evaluasi Pasokan Batubara Atasi Pemadaman Listrik di Jawa, Sumatra, dan Bali
Ganda Putra Indonesia Kembali ke Final, Faathir/Artha Kalahkan Malaysia di Macau Open 2026