Persebaya Surabaya menginjak usia ke-99 pada Kamis, 18 Juni 2026, dengan serangkaian kegiatan yang sederhana namun sarat makna. Perayaan yang mengusung kampanye “Persebaya untuk Semua” ini menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan komitmen klub sebagai milik seluruh lapisan masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan ziarah ke TPU Karang Tembok untuk mengenang dan mendoakan pendiri klub, M. Pamoedji. Sejumlah perwakilan tim hadir dalam kegiatan tersebut sebelum acara berlanjut ke Stadion Gelora 10 November Surabaya, tempat yang memiliki nilai historis bagi klub berjuluk Bajol Ijo itu. Di stadion bersejarah tersebut, Persebaya menggelar ramah tamah bersama Bonek dan Bonita, menyerahkan penghargaan kepada suporter yang aktif mengikuti aktivasi di aplikasi Persebaya Selamanya, doa bersama lintas agama, pemotongan tumpeng, hingga Difabel Football Clinic yang melibatkan Persebaya Academy.
Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, menegaskan bahwa menjelang usia satu abad, klub ingin memperkuat semangat kebersamaan dengan seluruh elemen yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan panjang klub.
“Menjelang usia satu abad, kami mengusung semangat Persebaya untuk Semua. Semangat ini bukan sesuatu yang baru, melainkan nilai yang selama ini terus kami jalankan. Persebaya harus menjadi rumah bagi semua kalangan yang mencintai klub ini,” ujar Candra.
Menurutnya, semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Dalam beberapa musim terakhir, Persebaya secara konsisten membuka ruang agar mereka dapat menikmati pertandingan kandang dengan nyaman dan menjadi bagian dari atmosfer pertandingan. Keterlibatan mereka dalam perayaan ulang tahun kali ini pun menjadi bagian dari komitmen tersebut.
Semangat inklusivitas juga diwujudkan melalui dukungan klub terhadap berbagai kegiatan yang digagas komunitas suporter. Program-program tersebut diarahkan untuk mempererat persaudaraan antarsesama Bonek dan Bonita, sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan kelompok suporter klub lain. Persebaya meyakini rivalitas dalam sepak bola sejatinya hanya berlangsung selama 90 menit di lapangan. Di luar pertandingan, yang harus terus dijaga adalah persaudaraan dan rasa saling menghormati.
Komitmen itu diwujudkan melalui berbagai aktivasi yang melibatkan suporter, salah satunya Green Force Run. Ajang lari yang akan digelar pada 28 Juni mendatang itu tidak hanya menjadi wadah gaya hidup sehat, tetapi juga membawa pesan persatuan. Melalui kegiatan tersebut, Persebaya mengajak suporter dari berbagai daerah di Indonesia datang ke Surabaya untuk berolahraga bersama sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas dalam suasana yang positif dan penuh kebersamaan.
Pada kesempatan yang sama, Candra menyampaikan apresiasi kepada Bonek dan Bonita yang selama ini terus memberikan dukungan tanpa henti kepada Persebaya.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bonek dan Bonita yang selalu setia membersamai Persebaya dalam berbagai situasi. Dukungan mereka adalah kekuatan utama yang membuat Persebaya terus berkembang dan berjuang menjadi lebih baik,” ujarnya.
Apresiasi juga diberikan kepada para sponsor dan mitra yang selama ini mendukung perjalanan klub. Menurut Candra, komitmen para partner memiliki peran penting dalam proses pembangunan Persebaya menjadi klub yang semakin profesional.
“Kami juga berterima kasih kepada seluruh partner yang memiliki komitmen luar biasa terhadap Persebaya. Bahkan beberapa di antaranya telah bersama kami sejak Persebaya kembali ke Liga 1. Dukungan dan kepercayaan itu sangat berarti bagi perjalanan klub hingga hari ini,” katanya.
Secara khusus, Candra juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta jajaran Pemerintah Kota Surabaya yang selama ini aktif menjalin kolaborasi dengan Persebaya. Sehari sebelum perayaan ulang tahun, Rabu, 17 Juni, jajaran manajemen Persebaya diterima oleh Wali Kota Surabaya di ruang kerjanya. Dalam pertemuan tersebut, Eri kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Persebaya dan memperkuat sinergi antara klub dengan pemerintah kota.
Menurut Eri, Persebaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Kota Surabaya. Karena itu, kedekatan antara pemerintah kota dan Persebaya harus terus terjaga, siapa pun pemimpinnya di masa mendatang.
“Saya ingin meninggalkan legacy bahwa siapa pun yang menjadi Wali Kota Surabaya nantinya harus dekat dengan Persebaya dan tidak boleh menjaga jarak. Sebab, Persebaya sudah menjadi bagian dari Surabaya dan kebanggaan masyarakat kota ini,” ujar Eri.
Sebagai kado ulang tahun ke-99, Pemerintah Kota Surabaya membangun tiga mural perjalanan Persebaya di kawasan Jalan Yono Suwoyo, tepatnya di depan Lenmarc Mall. Yang tak kalah istimewa, Persebaya juga mendapatkan hadiah berupa rampungnya revitalisasi kompleks bersejarah Lapangan Karanggayam dan Mes Persebaya di belakang Stadion Gelora 10 November. Eri menegaskan, kompleks tersebut dibangun dengan semangat kolaborasi yang melibatkan Persebaya dan berbagai insan sepak bola Surabaya.
“Pemanfaatan ini juga untuk Persebaya dan pembinaan anak-anak muda Surabaya,” kata Eri.
Menatap musim baru, Candra menegaskan manajemen akan terus berupaya meningkatkan prestasi tim, termasuk mewujudkan target meraih gelar juara yang menjadi harapan seluruh pendukung.
“Kami memahami ekspektasi besar yang dimiliki Bonek dan Bonita. Karena itu, kami terus bekerja keras mempersiapkan tim sebaik mungkin,” ujarnya.
Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui penyusunan skuad terbaik berdasarkan kebutuhan tim dan rekomendasi jajaran pelatih yang dipimpin Bernardo Tavares. Dalam perayaan ulang tahun ke-99 ini, Persebaya juga memberikan penghargaan kepada pengguna aplikasi Persebaya Selamanya yang aktif mengikuti berbagai aktivasi digital sepanjang musim 2025/2026. Kategori Tebak Skor diraih oleh Fa’at Misuto, Emmanuel Dede, dan Muh. Rizal Alfaruq. Sementara kategori Tebak Line Up diberikan kepada Edy Purwantoko, Bagus Susilo, dan Wahyu Aji Pamungkas.
Artikel Terkait
Belanda Hadapi Swedia di Laga Krusial Piala Dunia 2026, Jerman Uji Kekuatan Lawan Pantai Gading
Jemaah Haji Napak Tilas Gua Hira, Saksi Bisu Turunnya Wahyu Pertama
PDIP Dinilai Masih Ambigu soal Sikap ke Pemerintahan Prabowo, Demokrat dan PKB Desak Kejelasan
Tabrakan Kereta Barang di Munich Tewaskan Satu Orang, Selang Beberapa Jam dari Kecelakaan Maut di Inggris