Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 612 gempa susulan telah mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026. Jumlah tersebut merupakan akumulasi hingga Rabu, 17 Juni 2026, pukul 19.30 WITA. Dari total gempa susulan itu, sebanyak 25 kali getaran dilaporkan terasa oleh masyarakat.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak kemanusiaan yang cukup luas. Hingga Rabu pagi pukul 06.00 WIB, gempa telah berdampak pada 1.834 kepala keluarga atau setara dengan 5.784 jiwa. Sebanyak 73 warga mengalami luka ringan, sementara tiga orang lainnya menderita luka berat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa jumlah korban meninggal dunia masih tercatat satu orang, tanpa adanya penambahan dari laporan sebelumnya.
Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Data terkini menunjukkan bahwa jumlah warga terdampak di daerah tersebut mencapai 1.813 kepala keluarga atau 5.744 jiwa. Selain itu, tercatat 71 orang mengalami luka ringan, tiga orang luka berat, dan satu orang meninggal dunia. Kerusakan infrastruktur pun cukup parah, dengan 1.074 unit rumah mengalami rusak ringan, 110 unit rumah rusak ringan, dan 30 unit rumah rusak berat.
“Selain korban terdampak, Kabupaten Sigi juga menjadi daerah dengan dampak kerusakan infrastruktur cukup signifikan,” ujar Aam, sapaan akrab Abdul Muhari.
Proses pendataan dan penanganan darurat masih terus berlangsung. Pemerintah daerah setempat, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim gabungan, akan mengaktivasi Pos Komando di wilayah Desa Maku dengan memanfaatkan Kantor Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi. Bantuan logistik juga mulai didistribusikan ke wilayah terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Di sisi lain, kondisi di daerah lain relatif tidak berubah. Di Kota Palu, jumlah korban luka masih tercatat dua orang, sedangkan di Kabupaten Poso terdapat satu warga yang mengalami luka-luka. Adapun di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 21 kepala keluarga atau 40 jiwa dilaporkan terdampak.
Menyikapi rangkaian bencana ini, Aam mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan. “Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat, khususnya yang berada dekat dengan daerah aliran sungai, diimbau untuk segera memantau ketinggian muka air. Apabila sudah melebihi batas aman, melakukan evakuasi mandiri, mengamankan barang berharga, dan dokumen penting lainnya,” imbaunya.
Artikel Terkait
Saddil Ramdani Belajar Taktik dan Mentalitas dari Piala Dunia 2026
Penertiban Parkir Liar di Jatinegara, Lima Motor Terjaring, Pengemudi Ojol Histeris saat Diderek
Kementerian PU Targetkan Sepuluh Ruas Tol Baru Beroperasi Fungsional saat Nataru 2026–2027
Unair Proses Dua Mahasiswa Terduga Asusila di Ruang Kelas, Sanksi Tunggu Hasil Komisi Etik